Suara.com - Pemain keturunan Indonesia, Jaden Montnor dipastikan tidak bisa memperkuat skuad Garuda. Ia lantas memilih Suriname di level internasional.
Jaden Montnor merupakan pemain yang lahir di Belanda. Meski begitu, ia memiliki darah Indonesia dan Suriname.
Akan tetapi, darah Indonesia Montnor berasal dari buyut. Kondisi ini tidak bisa membuat timnas Indonesia memprosesnya untuk dinaturalisasi.
Pasalnya FIFA telah menetapkan aturan bahwa seseorang bisa dinaturalisasi jika punya garis keturunan maksimal di kakek atau neneknya.
Maka dari itu, winger berusia 21 tahun akhirnya memilih Suriname sebagai timnas di level internasional. Jaden Montnor dipanggil pelatih untuk FIFA Matchday Maret 2024 ini.
Hal ini memang disayangkan karena Jaden Montnor sejatinya winger yang berpengalaman. Di umur 21 tahun, ia sudah bermain di kasta tertinggi Liga Siprus membela Aris Limassol.
Bersama klubnya, Montnor bahkan sempat tampil di kualifikasi Liga Champions, di mana ia mencetak gol. Sayangnya Aris Limassol gagal dan mentas di Liga Europa.
Lagi-lagi di ajang kompetisi Eropa, tim Montnor ini tidak lolos dari fase grup. Mereka pun tersinkir dan hanya bermain di kompetisi lokal.
Melansir dari Transfermarkt, statistik Jaden Montnor cukup lumayan. Buktinya dalam musim ini ia sudah tampil dalam 39 laga di semua kompetisi dengan sumbangan delapan gol serta enam assist.
Baca Juga: Bristol Rovers Dibantai Telak Derby County Usai Elkan Baggott Main Full 90 Menit
Berita Terkait
-
Shin Tae-yong Foto dengan Jens Raven, Diboyong ke Timnas Indonesia?
-
Baca saat Sahur dan Berbuka Puasa, Doa Agar Timnas Indonesia Menang Lawan Vietnam di Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Tak Masuk Tim Utama Wolves, Justin Hubner Dirumorkan Gabung Klub Italia
-
Segera Bela Timnas Indonesia, Elkan Baggott Pamerkan Fanatiknya Suporter Skuad Garuda
-
Ditonton Shin Tae-yong, Rafael Struick Sukses Cetak Gol saat Bela Klubnya
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Rio Fahmi Yakin Persija Berkembang Usai Kalah dari Persebaya di Piala Presiden 2026
-
Tito Mohon-mohon ke Purbaya Minta Cairkan Tambahan Anggaran Rp 6 T buat Pemulihan Sumatra
-
Viral Kasus Pelecehan Seksual Konsumen Paylater, Kredivo Putus Kerja Sama Debt Collector
-
Shin Tae-yong Maklumi Persija Kalah di Laga Perdana Piala Presiden 2026
-
Industri Kreatif Bergeser, Strategi Kampanye Tak Lagi Cukup
-
Ekonom UGM Endus Pola Penggusuran 'Orang Jokowi' di Balik Mundurnya Gubernur BI
-
RI Lobi AS Agar Sawit Bebas Tarif Section 301, Airlangga: Kami Minta Dikecualikan
-
KPK Periksa SF Hariyanto, Eks Ketua KPID Riau hingga Anggota Dewan
-
Teka-teki Kematian Sutrimo, DPR Minta Polisi Tak Sisakan Spekulasi
-
Ketimpangan Relasi Kerja: Mengapa Loyalitas Hanya Berlaku Satu Arah?