El Nino Picu Krisis Listrik di Sulawesi, Kementerian ESDM Akan Panggil PLN

Rabu, 16 September 2026 | 13:57 WIB
Kementerian ESDM akan memanggil PLN untuk membahas krisis listrik di Sulawesi imbas El Nino. Foto: Debit air Bendungan Ladongi di Kecamatan Ladongi, Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara menyusut akibat kemarau El Nino. [Antara]
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengumumkan rencana rapat bersama PT PLN di Jakarta untuk memitigasi dampak El Nino ke pasokan listrik.
  • Fenomena El Nino dan gangguan teknis menyebabkan penurunan daya pasokan listrik secara drastis di Sulawesi Bagian Selatan dan Kalimantan.
  • Pemerintah bersama PT PLN menyiapkan solusi darurat dengan mengganti pembangkit sementara serta mengoptimalkan unit yang tersedia.

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia segera menggelar rapat dengan PT PLN (Persero) untuk memitigasi dampak fenomena El Niño terhadap pasokan listrik di berbagai daerah. 

Langkah ini diambil setelah ia menerima laporan penurunan produksi pada sejumlah pembangkit listrik tenaga air (PLTA) akibat berkurangnya debit air, salah satunya di wilayah Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel).

"Pertama, laporan yang saya terima bahwa di Sulawesi Selatan, itu kan ada beberapa pembangkit yang memang kita pakai PLTA. Dan akibat El Nino ini kan daya kekuatan air itu berkurang," kata Bahlil di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Bahlil memastikan pihaknya tengah menyiapkan solusi darurat guna menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat. 

"Maka kita sudah mencari solusi dengan mengganti sementara menggunakan pembangkit yang lain," ujarnya.

Selain Sulbagsel, gangguan pasokan listrik akibat El Niño dan kendala teknis juga dilaporkan terjadi di Kalimantan. 

"Di Kalimantan juga ada terjadi kekurangan karena ada perbaikan power plant-nya. Daerah-daerah lain sebentar kita akan rapatkan dengan PLN untuk kita mitigasi sejak awal," tambah Bahlil.

Sebelumnya, sistem kelistrikan di wilayah Sulbagsel mengalami gangguan  menyusul penurunan produksi listrik pada sejumlah fasilitas pembangkit hidro akibat fenomena El Niño. 

Kondisi tersebut melanda Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso, Bakaru, Malea, serta sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM). Akibatnya, daya mampu agregat yang biasanya mencapai 850 megawatt (MW) anjlok hingga tersisa 250 MW atau terpangkas sekitar 600 MW.

Beban sistem bertambah akibat gangguan teknis pada PLTU Jeneponto berkapasitas 2x100 MW yang tengah dalam proses perbaikan. Guna mengatasi krisis pasokan darurat tersebut, PT PLN (Persero) berupaya mempercepat pemulihan pembangkit swasta tersebut, mengoptimalkan unit yang tersedia, serta menyiapkan tambahan kapasitas daya hingga 627 MW.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com