Suara.com - Pelatih PSS Sleman, Risto Vodakovic Savic, menyatakan timnya sudah berusaha maksimal ketika melawan Borneo FC di Stadion Manahan, Solo, Kamis (14/3/2024). Namun, tetap kehilangan poin.
Pada babak pertama, kedua tim saling menyerang untuk mencetak gol kemenangan.
Pada menit 27, PSS membuat peluang lewat tendangan Estaban Vizccara yang tipis menyasar sebelah kiri gawang Borneo, sedangkan tendangan Irkham Mila pada menit 39 diblok kiper Borneo Nadeo Winata.
Borneo FC sendiri kerap membahayakan tuan rumah tapi selalu berhasil digagalkan pemain barisan belakang PSS Sleman.
Pada babak kedua jual beli serangan semakin sengit, tapi PSS Sleman kebobolan ada menit 59 melalui sundulan Cadenazzi yang memanfaatkan tendangan bola mati Stefano Lilipaly dari sisi kiri lapangan untuk mengubah kedudukan 1-0 bagi Borneo FC.
Kim Kurniawan dan kawan-kawan berusaha menyamakan kedudukan sampai wasit Erfan Efendi meniup peluit panjang.
Risto Vodakovic Savic menilai PSS Sleman sudah berusaha maksimal dengan terus mendorong peluang, tetapi hasil belum berpihak.
"Kami harus kembali dari nol untuk memberikan semangat tim agar dapat menampilkan performa yang bagus, tetapi saya nilai tim sangat bagus dan terus mendorong peluang," kata Risto.
Kekalahan membuat PSS Sleman kini ada di posisi 15 klasemen sementara BRI Liga 1 2023/2024, dengan poin sama dengan Arema FC yang ada di zona degradasi.
Baca Juga: Tak Dilirik ke Timnas Indonesia, Performa Stefano Lilipaly Tetap Gacor di BRI Liga 1
(Antara)
Berita Terkait
-
Tak Dilirik ke Timnas Indonesia, Performa Stefano Lilipaly Tetap Gacor di BRI Liga 1
-
Momen Nadeo Bikin Penyelamatan Apik Lawan PSS Sleman, Bakal Jadi Kiper Utama di Timnas Indonesia?
-
Hasil Liga 1: Dipermalukan Borneo FC di Stadion Manahan, PSS Sleman Terancam Turun Kasta
-
BRI Liga 1: Drama 7 Gol, Persita Tangerang Sukses Taklukkan Arema FC 4-3
-
Jadi Pelatih Baru Tim Juru Kunci Persikabo, Djadjang Nurdjaman Fokus Dongkrak Mental Pemain
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Mimpi Besar dari Kota Batik: Kick-Off MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 2 Musim 2025/2026
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat