Suara.com - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyatakan keinginan untuk menyelesaikan proses naturalisasi dua pemain keturunan terlebih dahulu, yaitu Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen.
Terkait rencana untuk menaturalisasi para pemain keturunan lainnya, sosok yang juga menjabat Menteri BUMN itu mengisyaratkan PSSI akan menghentikannya sementara.
Hal itu diungkapkan Erick Thohir pasca menghadiri acara kerja sama Timnas Indonesia dengan asuransi jiwa di Danareksa, Jakarta Pusat, Kamis (14/3).
Erick menegaskan belum ada rencana PSSI untuk kembali menambah pemain naturalisasi untuk Timnas Indonesia.
"Saya belum bicara mengenai penambahan [pemain naturalisasi dengan Shin Tae Yong] karena kita masih fokus proses naturalisasi yang hari ini saja. Karena ini juga percepatannya luar biasa," kata Erick.
"Terima kasih kepada Bapak Presiden, Ibu Puan, pimpinan DPR, Komisi III, Komisi X yang juga bisa melakukan percepatan. Jadi saya belum melihat itu [penambahan pemain naturalisasi]," ujarnya.
Bagaimana Nasib Calvin Verdonk dan Jens Raven?
Isu PSSI akan menambah pemain naturalisasi muncul setelah Shin Tae-yong membagikan foto bertemu dengan dua pemain keturunan yakni Jens Raven dan Calvin Verdonk.
Baca Juga: Timnas Vietnam Impor Bola dari Indonesia Jelang Bentrok di GBK, Buat Apa?
Shin Tae-yong sebelumnya memantau perkembangan Jens Raven, yang lahir di Belanda pada 12 Oktober 2005 dan saat ini berusia 18 tahun.
Tingginya mencapai 188 cm dan garis keturunannya berasal dari neneknya yang berasal dari Yogyakarta. Jens Raven bermain untuk Dordrecht U-21 sejak musim ini.
Transfermarkt mencatat bahwa dari 14 penampilannya, ia berhasil mencetak enam gol di Liga Belanda U-21.
Raven memiliki kemampuan bermain di dua posisi, yaitu gelandang serang dan striker.
Saat ini, ia terus dikembangkan sebagai pemain dengan nomor punggung sembilan dan bisa diproyeksikan untuk masuk ke dalam timnas U-20.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim