Suara.com - Kiper tim nasional Indonesia Nadeo Argawinata menanggapi santai perang urat saraf yang dilancarkan kubu Vietnam, menjelang dua pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan negara tersebut pada 21 dan 26 Maret mendatang.
Dikutip dari laman resmi federasi sepak bola Vietnam, penyerang Nguyen Van Toan sempat menyuarakan optimismenya bahwa timnya akan mampu membobol gawang Indonesia pada pertandingan-pertandingan tersebut. Meski sulit, ia menilai ia dan rekan-rekannya akan berhasil merobek gawang Tim Garuda.
Menyikapi hal tersebut, Nadeo yang kembali dipanggil masuk timnas untuk dua laga kualifikasi Piala Dunia 2026, justru merasa bangga bahwa timnya kini diperhitungkan oleh rival-rival terdekat.
“Ya bagus, berarti kita cukup diperhitungkan juga oleh Vietnam, berarti mereka juga menganggap kita tim yang kuat. Dan kita patut bangga juga sebagai tim yang kuat di Asia Tenggara. Berarti bagus, pertandingan nanti bisa berjalan dengan bagus. Berjalan dengan seru. Dan berdoa saja timnas bisa meraih hasil maksimal dan diakhiri dengan kemenangan,” ujar Nadeo pada acara Media Day di Jakarta, Minggu (17/3/2024) malam.
Belakangan PSSI masih gencar meneruskan upaya merekrut pemain-pemain keturunan Indonesia dari luar negeri. Untuk dua pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 terdekat, pelatih Shin Tae-yong bahkan telah memanggil dua pemain baru yakni Nathan Tjoe-A-On dan Ragnar Oratmangoen masuk ke dalam skuad.
Selain kedua nama tersebut, PSSI masih mengupayakan naturalisasi kiper FC Dallas Maarten Paes. Meski kehadiran Paes akan menambah persaingan sebagai kiper timnas, Nadeo justru menyambut positif kedatangan pemain berdarah Belanda tersebut.
“Marten Paes juga kiper bagus, kiper sarat pengalaman, dan kita semua mungkin sudah melihat bagaimana dia bermain untuk klubnya. Saya rasa untuk kiper indonesia apalagi khususnya tim nasional, itu cukup menjadi motivasi tersendiri untuk kita yang bermain di Liga 1 untuk bisa lebih baik dan menunjukkan yang terbaik,” ujar pemain Borneo FC tersebut.
Klub Nadeo, Borneo FC, saat ini memuncaki klasemen Liga 1 dengan keunggulan signifikan atas lawan-lawannya dan telah memastikan satu tiket di Championship Series. Namun dari Borneo, pelatih Shin Tae-yong hanya memanggil Nadeo, dan tidak memanggil dua langganan timnas lainnya, Adam Alis dan Stefano Lilipaly.
Baca Juga: Sempat Menghujat, Sebagian Netizen Berbalik Puji Jersey Baru Timnas Indonesia
Menyikapi absennya dua koleganya tersebut, Nadeo menilai itu semua merupakan hak prerogatif pelatih.
“Itu lagi-lagi pilihan pelatih, pelatih punya hak prerogatif. Dia punya pilihan sendiri untuk memanggil dan memainkan pemain. Jadi kita dukung-dukung saja apa yang dilakukan pelatih,” tukasnya.
Indonesia akan memainkan dua laga babak kedua kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Vietnam. Pertandingan pertama akan dimainkan di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 21 Maret, dan pertandingan kedua akan berlangsung di Stadion My Dinh, Hanoi, pada 26 Maret.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan