Suara.com - Pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Vietnam dan Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, menjadi sorotan utama media Vietnam, Soha. Kebijakan berpuasa yang dijalani sebagian besar pemain Timnas Indonesia memicu perhatian media itu
Menurut laporan Soha, masalah fisik Timnas Indonesia menjadi sorotan utama. Para pemain Indonesia yang menjalani ibadah puasa setengah hari dikhawatirkan akan mengalami kesulitan.
Sebagian besar pemain Timnas Indonesia, yang mayoritas beragama Islam, menjalani puasa penuh selama bulan Ramadan.
BACA JUGA: Timnas Indonesia vs Vietnam, STY Pusing Absennya Trio Pemain: Berdampak Negatif Buat Garuda
Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri mengingat pertandingan akan berlangsung pada Kamis (21/3/2024) malam WIB.
Kekhawatiran tersebut disampaikan oleh Soha, seorang jurnalis Vietnam. Dia memahami bahwa pola makan yang terganggu selama bulan puasa dapat memengaruhi performa pemain.
Dalam konteks ini, Soha menyoroti pola makan yang tidak teratur selama berpuasa. Sahur dan buka puasa menjadi momen penting, di mana jumlah makanan yang dikonsumsi cenderung meningkat.
BACA JUGA: Biasanya Jadi Minoritas, Ragnar Oratmangoen Senang Banyak Pemain Muslim di Timnas Indonesia
Menurutnya, konsumsi makanan yang lebih tinggi dari biasanya di malam hari menjadi upaya untuk mengisi ulang tenaga.
Namun, hal ini juga dapat berdampak negatif terhadap kesehatan dan performa fisik.
"Faktanya, jumlah total makanan yang dikonsumsi umat Islam selama Ramadhan seringkali lebih tinggi dari biasanya karena mereka makan banyak di malam hari. Hal ini diperlukan agar setiap orang dapat mengisi ulang tenaganya," tulis narasi Soha.
Pengalaman pemain-pemain top Eropa yang beragama Islam, seperti Nicolas Anelka, Yaya Toure, Samir Nasris, dan Hatem Ben Arfa, menjadi bukti bahwa berpuasa dapat memengaruhi performa mereka. Mereka mengaku rentan terhadap cedera dan ketidaksehatan saat berpuasa.
Dampak tersebut juga diperkirakan akan dirasakan Timnas Indonesia saat berhadapan dengan Vietnam.
Pelatih Shin Tae-yong dinilai harus memperhatikan jadwal latihan dan intensitasnya agar pemain dapat beradaptasi dengan pola makanan khusus selama bulan Ramadhan.
Hasil imbang 2-2 yang didapat Indonesia dalam pertandingan melawan Burundi pada Maret 2023 juga menjadi perhatian media Vietnam.
Mereka menyimpulkan bahwa hasil tersebut mungkin dipengaruhi oleh kondisi fisik pemain yang sedang menjalani ibadah puasa.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam