Suara.com - Persija Jakarta kembali menelan kekalahan usai ditumbangkan Bali United FC pada lanjutan pekan ke-30 BRI Liga 1 2023/24 yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Sabtu (30/3/2024) malam.
Gol semata wayang Bali United dalam pertandingan tersebut dicetak oleh Ilija Spasojevic, lewat titik putih penalti di babak perpanjangan waktu babak kedua.
Pelatih Persija, Thomas Doll menilai bisa saja timnya meraih kemenangan jika sejumlah peluang matang dapat dikonversi dengan baik. Termasuk penalti Gustavo Almeida yang ditepis Adilson Maringa. Serta peluang matang dari Hanif Sjahbandi.
"Ketika kamu memiliki enam peluang besar untuk mencetak gol dan kamu tidak bisa mencetak satu gol pun," kata pelatih berusia 57 tahun itu seperti dikutip dari Liga Indonesia Baru.
"Kemudian kami juga kemasukan gol melawan tim 10 pemain. Ini kesalahan kami sendiri. Ini kesalahan kami sendiri dan situasinya seperti ini," paparnya.
Pelatih asal Jerman ini juga menyayangkan para pemainnya kurang tenang saat menyelesaikan peluang di depan gawang.
"Masalahnya kami tidak tenang di depan gawang. Kini kita kembali ke Jakarta dengan nol poin. Misal bicara mencuri poin kami bisa naik di klasemen, saya kurang puas," ujarnya.
Sedangkan Muhammad Ferarri menilai timnya kurang beruntung di laga ini. "Sekali lagi kami meminta maaf. Kami kurang beruntung tidak menang di laga ini," timpal Ferarri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan