Sejak menit ke-70 Korsel harus bermain dengan 10 pemain. Lee Young-jun diganjar kartu merah usai melanggar Justin Hubner.
Sebelumnya, Lee Young-jun cuma dikasih kartu kuning. Namun, setelah melihat VAR wasit Shaun Evans meralat keputusannya.
Minim satu pemain, Korsel justru semakin menggila. Tekanan yang dilancarkan membuat Timnas Indonesia U-23 kewalahan menahan gempuran anak-anak asuh Hwang Sun-hong.
Sampai dengan menit ke-80 belum ada tambahan gol tercipta. Timnas Indonesia U-23 masih dalam tekanan dari pemain-pemain Korsel.
Di menit 84, Korsel akhirnya berhasil menyeimbangkan papan skor. Lewat skema counter-attack, Jeong San-bin yang lepas dari kawalan berhasil menjebol gawang Ernando Ari. Skor 2-2 bertahan hingga akhir waktu normal, dan laga dilanjutkan ke babak tambahan 2x15 menit.
Perpanjangan Waktu
Timnas Indonesia langsung tancap gas di awal babak tambahan. Korsel merespons dengan pertahanan yang disiplin.
Korsel kesusahan menyerang kali ini. Kalah jumlah pemain membuat mereka susah membongkar pertahanan Timnas Indonesia. Skor 2-2 tidak berubah sampai tambahan waktu babak pertama selesai.
Babak kedua tambahan waktu Timnas Indonesia U-23 tampil lebih berani. Hampir saja mencetak gol pada menit ke-109 andai tendangan Rizky Ridho tak melambung tinggi.
Timnas Indonesia U-23 benar-benar habis-habisan menyerang Korsel. Gawang Korsel dibuat ketar-ketir oleh Ramadhan Sananta Cs.
Tidak ada gol sampai perpanjangan waktu selesai. Lanjut adu penalti.
Adu Penalti
Korsel mengawali drama ini dengan kesuksesan penendang pertama. Begitu pula dengan Indonesia yang diwakili Ramadhan Sananta.
Ernando Ari kembali gagal mengantisipasi eksekusi penendang kedua Korsel. Namun kedudukan kembali imbang setelah Arhan Pratama sukses menjalankan tugasnya.
Jaewon yang maju sebagai penendang ketiga, dengan mudah memperdaya Ernando. Indonesia pun membalas, Rafael Struick berhasil menipu Baek Jong-beom.
Ernando nyaris mematahkan eksekusi keempat Korsel, sayang keraguan yang menghinggapinya membuat refleksnya sedikit terlambat. Indonesia pun kembali menanggapi dengan gol, lewat eksekusi Marselino Ferdinan.
Seperti empat penendang sebelumnya, penendang kelima Korsel dengan mudah memperdaya Ernando. Begitu pula dengan kubu Indonesia, Justin Hubner sukses mengeksekusi bola meski sebelumnya gagal dan diulang.
Ernando Ari berhasil membendung eksekusi penendang keenam Korsel. Sayang, Arkhan Fikri juga gagal. Bola dimentahkan tiang gawang. Skor tetap 5-5!
Lanjut ke penendang ketujuh, eksekutor Korsel dan Indonesia sama-sama mencetak gol. Begitu pula dengan eksekutor kedelapan, kesembilan, 10 dan 11, skor 10-10.
Ernando berhasil menggagalkan eksekutor ke-12 Korsel. Dan Arhan Pratama yang kembali maju menjadi eksekutor, memastikan satu tiket semifinal Piala Asia U-23 bagi Timnas Indonesia.
Susunan Pemain
Korsel (3-4-3): Baek Jong-beom; Cho Hyun-taek, Byeon Jun-soo, Lee Kang-hee; Hwang Jae-won, Paik Sang-hoon, Lee Tae-seok, Kim Dong-jin; Hong Si-hoo, Eom Ji-sung, Kang Seong-jin.
Pelatih: Hwang Sun-hong
Timnas Indonesia U-23 (3-4-2-1): Ernando Ari Sutaryadi; Komang Teguh, Rizky Ridho, Justin Hubner; Ilham Rio Fahmi, Ivar Jenner, Nathan Tjoe-A-On, Pratama Arhan; Marselino Ferdinan, Witan Sulaeman, Rafael Struick.
Pelatih: Shin Tae-yong.
Berita Terkait
-
10 Pemain Korsel Imbangi Timnas Indonesia U-23 di Babak Kedua, Laga Lanjut ke Babak Tambahan
-
Rafael Struick On Fire! Timnas Indonesia U-23 Ungguli Korsel di Babak Pertama
-
Hasil Piala Asia U-23: Jepang Susah Payah Singkirkan Qatar, Butuh 120 Menit untuk Pastikan Tiket Semifinal
-
Susunan Pemain Korsel vs Timnas Indonesia: Rafael Struick Target Man, Nathan Tjoe-A-On Starter
-
Banyak 'Drama' Lawan Timnas Indonesia U-23, Kiper Qatar Menangis usai Dikartu Merah Saat Hadapi Jepang
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali