Suara.com - Roberto Mancini sedang jadi perbincangan hangat pecinta sepak bola Indonesia usai menyebutkan ada empat pemain Garuda Muda yang tampil menonjol.
Nama Roberto Mancini pasti sudah tidak asing bagi pecinta sepak bola dunia. Ia merupakan pelatih tim-tim besar seperti Inter Milan, Manchester City, hingga timnas Italia.
Kini Mancini menangani timnas Arab Saudi. Ternyata ia juga menyaksikan laga perebutan juara ketiga Piala Asia U-23 2024 antara timnas Indonesia U-23 vs Irak.
Dalam momen itu, ternyata Hamdan Hamedan memiliki kesempatan untuk berdiskusi kepada Mancini. Ia pun bertanya kepadanya soal pemain yang menonjol di skuad Garuda Muda.
Menurut pelatih asal Italia ini, ada empat pemain timnas Indonesia U-23 yang menonjol yakni nomor punggung 7,10, 6, dan 23. Artinya mereka adalah Marselino Ferdinan, Justin Hubner, dan Nathan Tjoe-A-On.
BACA JUGA: 4 Pemain Timnas Indonesia U-23 Jadi Sorotan Roberto Mancini, Disebut Bisa Mentas di Liga Italia
Tidak sampai di situ, Hamdan juga menanyakan apakah keempat pemain tersebut berpeluang untuk mentas di Serie B Italia. Mancini pun mengatakan bahwa itu sangat mungkin terjadi.
Kabar ini memberi angin segar kepada timnas Indonesia karena memiliki pemain potensial. Apalagi sudah diakui pelatih kelas dunia.
Media Vietnam lantas ikut takjub dengan kabar ini. Mereka melaporkan bahwa empat penggawa Garuda Muda bisa segera tampil di Serie B Italia.
Baca Juga: Hayoooo! Dicemooh Netizen, Marselino Ferdinan Didukung Roberto Mancini ke Liga Italia
"Pelatih asal Italia Roberto Mancini yakin empat pemain, Marselino Ferdinan, Justin Hubner, Ivar Jenner, dan Nathan Tjoe-A-On dari timnas Indonesia U-23 bisa sepenuhnya bermain di Serie B dalam waktu dekat," tulis laporan The Theo247.
Terlepas dari itu, timnas Indonesia U-23 masih harus berjuang untuk lolos ke Olimpiade Paris 2024. Anak asuh Shin Tae-yong bakal menghadapi Guinea yang dijadwalan pada Kamis (9/5/2024).
Berita Terkait
-
3 Masalah Timnas Indonesia U-23 yang Harus Diperbaiki Jika Mau Menang Lawan Guinea
-
Ciamik! Ernando Ari Torehkan Prestasi Pribadi di Piala Asia U-23 2024, Kalahkan Kiper Finalis
-
Respons Kompak Ivar Jenner dan Justin Hubner usai Disorot Roberto Mancini, Gas ke Liga Italia Nih?
-
Aduh Mbaaakk! Tendangan Roket Nathan Tjoe A-On Memakan Korban, Wanita Ini Sampai Terpental
-
Dicaci Netizen Sendiri, Marselino Justru Diapresiasi Roberto Mancini
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan