Suara.com - Maarten Paes belum lama ini jadi sorotan karena telah menjadi warga Negara Indonesia (WNI) usai menjalani sumpah, Selasa (30/4/2024). Artinya selangkah lagi ia akan membela timnas Indonesia jika perpindahannya selesai.
Diketahui bahwa Maarten Paes mengurus proses naturalisasi bersama Jay Idzes dan Thom Haye. Akan tetapi, ia masih belum bisa membela skuad Garuda pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 Maret lalu.
Penyebabnya adalah Maarten Paes belum disumpah WNI. Kiper yang sebentar lagi berusia 26 tahun ini juga terganjal aturan FIFA.
Usut punya usut, Paes masih harus menunggu hasil sidang di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) karena masa lalu kiper berusia 25 tahun itu.
Maarten pernah membela Timnas Belanda U-23 di Euro U-21 2021 saat usianya sudah 22 tahun. Kondisi ini bertentangan dengan aturan FIFA soal syarat pemain dapat berganti kewarganegaraan lain.
Regulasi FIFA mengatur seorang pemain bisa berganti dan bermain untuk timnas lain jika usianya di bawah 21 tahun saat terakhir tampil baik di tim junior atau senior dalam laga resmi. Masalah ini sudah dibawa PSSI ke CAS agar eks FC Utrecht ini bisa memperkuat tim Garuda.
BACA JUGA: Maarten Paes Disebut Bukan Keturunan, Exco PSSI: Orang Asli Indonesia Pithecanthropus Erectus!
Pendidikan Maarten Paes
Sebagai pesepak bola, Maarten Paes ternyata tidak melupakan pendidikannya. Sebab, ia ternyata miliki gelar bachelor atau sarjana.
Baca Juga: Pendidikan Anjas Asmara Disorot usai Minta Shin Tae-yong Dipecat dan Rekrut Pep Guardiola
Melansir dari lama Linkedid pribadinya, kiper yang kini berkarier di FC Dallas ini menimba ilmu pendidikan di Hogeschool van Amsterdam.
Maarten Paes memulai pendidikan di tahun 2019 dan lulus pada tahun 2023. Artinya ia cukup empat tahun menyelesaikan pendidikannya.
Nah, untuk jurusannya Maarten Paes mengambil marketing atau ekonomi komersial dengan spesialisasi marketing manajemen.
Berita Terkait
-
Latih Timnas Indonesia, Guardiola Ternyata Pendam Mimpi Besar Ini
-
Bedah Skuad Guinea Hadapi Timnas Indonesia U-23: Syli National Siapkan 14 Pemain Abroad, 5 Pemain 'Senior'
-
Demi Olimpiade 2024, Guinea 'Halalkan' Segala Cara untuk Kalahkan Timnas Indonesia U-23
-
Perbandingan Gaji Shin Tae-yong vs Pelatih Baru Vietnam, Bak Bumi dan Langit
-
Fakhri Husaini Heran pemain Cadangan Timnas Indonesia pun Harus Naturalisasi: Sebodoh Itukah Pemain Lokal Kita?
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Luas Biasa! 29 Ribu Bobotoh di GBLA Bikin Layvin Kurzawa Berasa di Rumah Sendiri
-
Persib Tundukkan MU dengan Skor Meyakinkan, Umuh Muchtar Puas Dendam Lama Terbalas
-
TEBAK SKOR Final Piala Asia Futsal 2026, Timnas Indonesia vs Iran: Sejarah di Depan Mata
-
Michael Carrick Tak Silau, Minta MU Tak Gegabah Angkat Dirinya Jadi Pelatih Tetap
-
Epstein Files Bongkar Cerita Lama Chelsea, Ada Skandal Apa Lagi?
-
Maarten Paes Gagal Debut di Ajax Akhir Pekan Ini, Ada Apa?
-
Tiket Liga Champions Jadi Penentu Masa Depan Carrick di Manchester United
-
Nasib Trent Alexander-Arnold: Suram di Real Madrid, Ditolak Pulang Liverpool
-
Final Piala Asia Futsal 2026: Ketum Federasi Iran Singgung Militansi 16 Ribu Suporter Indonesia
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah