Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong menanggapi kepastian setiap klub bisa merekrut delapan pemain asing untuk kompetisi Liga 1 musim depan. Juru taktik asal Korea Selatan itu menyebut tren sepak bola Asia memang seperti itu sehingga harus diterima.
Shin Tae-yong mendukung perubahan regulasi yang telah dikonfirmasi operator kompetisi, PT Liga Indonesia Baru (LIB) ini untuk meningkatkan kualitas kompetisi sepak bola di Tanah Air.
STY mengaku tidak khawatir dengan potensi pemain-pemain lokal bakal semakin kehilangan tempat buat unjuk gigi di kompetisi, yang nantinya tentu akan berpengaruh pada kans mereka masuk Timnas Indonesia.
Menurut Shin Tae-yong, pemain-pemain lokal tetap bisa membela Timnas Indonesia. Syaratnya, tentu bekerja keras bersaing memperebutkan posisi utama di klub.
"Untuk pemain asing jadi delapan, memang tren dari AFC seperti itu. Di Asia juga seperti itu. Jadi, mau tidak mau kita harus terima," kata Shin Tae-yong dalam pernyataan resminya yang dikutip Senin (3/6/2024).
Bagi Shin Tae-yong, pembinaan usia dini lebih penting untuk ditingkatkan. Dengan begitu, nantinya para pemain lokal bisa bersaing di kompetisi profesional.
"Hal yang terpenting dari semua itu adalah pembinaan usia dini. Harus diperkuat agar pemain lokal tak kalah saing dengan pemain asing dan juga pemain lainnya," tukasnya.
Adapun Shin Tae-yong pastinya memiliki standar tersendiri untuk pemain yang akan dipilih masuk ke Timnas Indonesia. Namun, jika pemain dari Liga 1 bisa menunjukkan kualitas di klub, ia bisa saja dipanggil.
Terbaru, ada bintang Madura United Malik Risaldi. Penampilan gemilangnya di BRI Liga 1 2023/2024 berbuah kepercayaan Shin Tae-yong usai mencetak 13 gol dan 4 assist.
Baca Juga: Gondol Sepatu Emas BRI Liga 1, David da Silva Pilih Merendah
Malik Risaldi kini menjadi bagian dari skuad Timnas Indonesia untuk laga lanjutan putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Tim Merah Putih dijadwalkan melakoni dua laga kandang melawan Irak pada 6 Juni 2024 dan FIlipina (11 Juni) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta pada dua laga terakhir Grup F.
Berita Terkait
-
Timnas Indonesia Dipermalukan Vietnam, John Herdman Akui Kalah Taktik, Rizky Ridho Minta Maaf
-
Cek Fakta: Benarkah PSG Ingin Rekrut Bek Timnas Indonesia Jay Idzes?
-
Shin Tae-yong Gagal Total? Persija Tumbang dari Persib, Gagal ke Final Piala Presiden 2026
-
Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
-
Timnas Indonesia vs Singapura: Awas Ketajaman Striker Berdarah Pacitan
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan
-
Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak
-
Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang