Suara.com - Penyerang keturunan, Ole Romeny, setidaknya telah memberikan beberapa kode bahwa dirinya akan dinaturalisasi dan membela Timnas Indonesia. Apa saja kode itu?
Nama Ole Romeny telah lama muncul sebagai salah satu pemain yang layak dinaturalisasi dan membela Timnas Indonesia.
Apalagi setelah dirinya tampil apik dalam beberapa musim terakhir di kompetisi kasta teratas Liga Belanda atau Eredivisie.
Pertama kali namanya melejit pada musim 2022/2023 lalu saat berhasil menjaringkan 11 gol dari 33 laga di Eredivisie bersama FC Emmen.
Sebelum itu, kiprahnya juga sudah mengundang atensi di kasta kedua bersama NEC Nijmegen, dengan mencetak 8 gol dari 27 laga di musim 2019/2020.
Dengan catatan tersebut, banyak yang berharap pemain keturunan Medan ini bisa dinaturalisasi oleh PSSI dan membela Timnas Indonesia.
Tampaknya, harapan pendukung Timnas Indonesia melihat Ole Romeny dinaturalisasi dan berseragam Merah Putih bisa saja terwujud dalam waktu dekat.
Pasalnya, pemain yang kini membela FC Utrecht itu telah memberikan beberapa kode bahwa dirinya akan dinaturalisasi oleh PSSI.
Apa saja kode yang telah diberikan oleh penyerang berusia 23 tahun tersebut? Berikut daftarnya.
Baca Juga: Gagal di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Vietnam Fokus pada Piala Asia 2027
1. Pernyataan Shin Tae-yong
Kode pertama yang mengindikasikan Ole Romeny akan dinaturalisasi berangkat dari pernyataan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong.
Setelah laga kontra Filipina, Shin Tae-yong menegaskan bahwa dirinya membuka kans menaturalisasi penyerang untuk menambah daya gedor Timnas Indonesia.
Pernyataan itu pun membuat Ole Romeny diyakini akan jadi opsi pertama yang dinaturalisasi guna membela Timnas Indonesia di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
2. Komentari Debut Calvin Verdonk
Ole Romeny juga memberi kode dirinya siap dinaturalisasi setelah mengomentari debut Calvin Verdonk bersama Timnas Indonesia.
Berita Terkait
-
Gagal di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Vietnam Fokus pada Piala Asia 2027
-
'Magic' Shin Tae-yong Sukses Ubah Timnas Indonesia, Saatnya Naik Kelas!
-
Penampilan Anang-Ashanty Tak Masalah, Cristian Gonzales Masih Bisa Nikmati Kemenangan Timnas Indonesia
-
Ragnar Oratmangoen Lakukan Hal Manis ke Istri Usai Laga Timnas Indonesia: Adab Islam-nya Melekat!
-
Diduga Trauma Didatangi ke Hotel, Nathan Tjoe-A-On Langsung Kabur Saat Bertemu Fans Wanita
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan