Suara.com - Fakhri Husaini merespons lebih lanjut soal ucapan Ernando Ari yang mengatakan adanya pemain titipan di timnas Indonesia U-16 eranya. Pelatih asal Aceh tersebut justru membenarkan.
Ernando Ari sebelumnya menyebutkan dirinya sempat tidak lolos ke timnas Indonesia U-16 era Fakhri Husaini. Ia mengatakan ada faktor orang dalam.
"Ada faktor itu (orang dalam). Kayak percuma gitu, akhirnya saya gak lolos dari situ kan di Subang waktu itu (seleksi). Aku lolosnya yang tim pelajar, Timnas Pelajar itu ke China," jelas Ernando ketika podcast di YouTube Sport77.
Ernando Ari lantas menyampaikan klarifikasi bahwa dirinya tidak lolos ketika seleksi di daerah/kota. Bukan langsung ksaat bersama Fakhri Husaini yang kala itu memang menjabat sebagai pelatih timnas Indonesia U-16.
Setelah Ernando Ari klarifikasi, Fakhri Husaini menyampaikan terima kasih kepada anak asuhnya itu.
Lebih lanjut, pelatih berusia 58 tahun ini malah membenarkan adanya pemain 'titipan' di eranya. Namun, pemain titipan itu bukan dari orang dalam melainkan 'titipan' Allah.
"Ternyata benar bahwa di timnas U-16 ada pemain 'titipan'. MasyaAllah anak-anak mudah hebat ini, Ernando Ari, Andre Oktaviansyah, Bagas Kaffa, Bagus Kahfi, Fajar Fatturahman cs adalah titipan Allah untuk timnas U-16 2018, untuk sepak bola Indonesia," tulis Fakhri Husaini di Instagram.
"Menjadi pelatih adalah tugas mulia, menjaga amanah yang dipertanggungjawabkan dunia akhirat dan ilmu yang diajarkan menjadi amal jariyah," pungkasnya.
Adapun timnas Indonesia U-16 di era Fakhri Husaini terbukti berprestasi dan melahirkan bakat potensial. Nyatanya kala itu berhasil meraih juara di Piala AFF U-16 2018.
Berita Terkait
-
Penggawa Timnas Indonesia Liburan Bareng 2 Pemain Keturunan di Bali, Bakal Dinaturalisasi?
-
Wonderkid Rp 2,1 Miliar Petik Pelajaran Berharga Dipilih Indra Sjafri jadi Kapten Timnas Indonesia U-20
-
Didepak FC Groningen, Ragnar Oratmangoen Justru Santai Main Bola Bareng Anak-anak di Pantai Maluku
-
Jadi Bintang Iklan, Bahasa Indonesia Shayne Pattynama yang Lancar Tuai Pujian Netizen
-
Cerita Thom Haye Asal Usul Julukan Profesor, Ternyata Sudah Tenar Sebelum Bermain di Timnas Indonesia
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura
-
Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan