Suara.com - Duel Slovenia vs Serbia dalam matchday kedua Grup C Euro 2024 harus berakhir imbang. Pertandingan rampung dengan skor 1-1 pada Kamis (20/6/2024) malam WIB.
Dalam pertandingan di Allianz Arena, Munich, Slovenia sejatinya tidak dominan dalam penguasaan bola. Namun, mereka menciptakan beberapa peluang berbahaya sebelum mencetak gol lebih dulu.
Slovenia unggul lebih dulu pada menit ke-69 lewat Zan Karnicik usai memanfaatkan umpan Timi Max Elsnik. Sementara Serbia mencetak gol balasan di menit akhir tepatnya pada menit 90+5 lewat Luka Jovic.
Hasil imbang ini membuat Slovenia untuk sementara menduduki urutan dua klasemen Grup C dengan koleksi dua poin. Sementara Serbia di dasar klasemen dengan satu poin.
Jalannya pertandingan
Slovenia dan Serbia awalnya bermain dengan tempo cukup lambat. Kedua tim saling berhati-hati dalam membangun serangan dengan Serbia terlihat lebih dominan dalam penguasaan bola.
Meski demikian, Slovenia beberapa kali mampu menciptakan peluang yang lebih berbahaya dibanding Serbia. Bahkan, pada menit ke-37, Timi Max Elsnik melepaskan tembakkan keras yang membentur tiag gawang Serbia.
Benjamin Sesko kemudian menguasai bola sebelum melepaskan tembakkan melengkung yang sayangnya masih melambung tipis di atas mistar gawang Serbia.
Di babak kedua, Serbia masih terlihat tampil dominan. Namun, justru Slovenia yang berhasil membuka keunggulan pada menit ke-69 melalui Zan Karnicik.
Baca Juga: Spanyol vs Italia: De la Fuente Ogah Terjebak Pujian Tinggi Spalletti
Zan Karnicik mengawali serangan balik Slovenia usai merebut bola dari pemain Serbia. Dia menggocek satu pemain lawan sebelum merangsek ke lini tengah untuk melepaskan umpan ke Elsnik.
Elsnik menahan bola sebentar sebelum melepaskan umpan melengkung yang kemudian dikontrol Karnicik di sisi kanan kotak penalti, sebelum melepaskan tembakkan jarak dekat yang menjadi gol.
Ya, Karnicik mengawali sekaligus mengakhiri serangan Slovenia yang membobol gawang tim berjuluk The Eagles itu.
Serbia kemudian merespons gol lawan dengan terus melancarkan serangan. Pada menit ke-72, ALeksandar Mitrovic melepaskan tembakkan jarak dekat usai menerima umpan silang di dekat kotak teralarang. Namun, usahanya cuma mengenai mistar gawang!
Berselang tujuh menit, giliran Slovenia yang kembali memberi ancaman. Zan Karnicnik melepaskan tembakkan dari luar kotak penalti setelah menerima operan ciamik.
Namun sayangnya, tembakkannya masih melebar tipis di tiang kiri gawang meski kiper Jan Oblak tidak berhasil menepisnya.
Serbia coba mengejar ketertinggalan di sisa waktu. Upaya Dusan Vlahovic dan kawan-kawan pun berhasil di mana mereka mencetak gol penyama kedudukan secara dramatis di akhir laga.
Serbia menyamakan kedudukan 1-1 lewat gol Luka Jovic pada menit 90+5 di mana tak lama berselang, laga kemudian berakhir.
Susunan pemain Slovenia vs Serbia
Slovenia (4-4-2): Jan Oblak; Zan Karnicik, Vanja Drkusic, Jaka Bijol, Erik Janza; Petar Stojanovic, Adam Gnezda Cerim, Timi Max Elsnik, Jan Mlakar; Andraz Sporar, Benjamin Sesko.
Cadangan: Jure Balkovec, Miha Blazic, Jon Gorenc Stankovic, Benjamin Verbic, Sandi Lovric, Vid Belec, Janmin Kurtic, Tomi Horvat, Igor Vekic, Zn Vipotnik, Zan Celar, David Brekalo, Nino Zugelj, Adrian Zeljkovic, Josip Ilicic.
Pelatih: Matjaz Kek
Serbia (3-4-1-2): Predrag Rajkovic; Nikola Milenkovic, Strahinja Pavlovic, Milos Veljkovic; Andrija Zivkovic, Sasa Lukic, Ivan Ilic, Filip Mladenovic; Dusan Tadic; Dusan Vlahovic, Aleksandar Mitrovic.
Cadangan: Nemanja Stojic, Nemanja Maksimovic, Nemanja Gudelj, Luka Jovic, Filip Kostic, Dorde Petrovic, Srdan Babic, Srdan Mijailovic, Petar Ratkov, Lazar Samardzic, Sergej Milinkovic-Savic, Mijat Gacinovic, Vanja Milinkovic-Savic, Uros Spajic, Veljko Birmancevic.
Pelatih: Dragan Stojkovic
Berita Terkait
-
Trivia Spanyol vs Italia di Euro 2024, Deretan Fakta Menarik Partai Klasik La Roja vs Gli Azzurri
-
Rasmus Hojlund Andalan Utama Tim Dinamit Denmark Bobol Gawang Inggris, Ditantang Akhiri Puasa Gol
-
3 Tim Bisa Susul Jerman Lolos ke 16 Besar Euro 2024 Malam Ini
-
Luis de la Fuente Sebut Spanyol vs Italia Pertandingan Klasik yang Bisa Jadi Final
-
Baru 20 Tahun, Jude Bellingham Leader Utama Timnas Inggris saat Ini meski Bukan Kapten
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Jordi Amat Waspadai Kekuatan Malut United di Kandang
-
Kelelahan, Persija Jakarta Tak Persiapan Khusus Jelang Lawan Malut United
-
Kondisi Persib Bandung Bikin Arsitek Persija Jakarta Prihatin, Ada Apa?
-
Batal ke Timnas Indonesia, Jesus Casas Resmi Latih Raksasa Singapura
-
Bungkam Kritik, Nathan Tjoe-A-On Bangkit dan Jaga Asa Willem II Promosi ke Eredivisie
-
Begini Keseharian Wonderkid MU Amir Ibragimov, Penghafal Alquran di Bulan Ramadan
-
Arne Slot Pastikan Cedera Florian Wirtz Tidak Serius
-
Joey Pelupessy Kepergok Balik ke Eredivisie Belanda, Tak Jadi ke Persib?
-
Arteta Puji Mentalitas Arsenal Usai Menang Telak 4-1 di Kandang Tottenham
-
Komentar Bojan Hodak soal Debut 3 Menit Dion Markx, Singgung Posisi dan Asal Kompetisi