Valuasi skuad Inggris mencapai 1,382 miliar euro (Rp24,3 triliun). Angka ini hampir sepuluh kali lipat valuasi skuad Slovenia yang "hanya" 169,6 juta euro (Rp2,9 triliun) atau terendah di Grup C.
Inggris adalah satu dari tiga tim Euro 2024 yang memiliki valuasi skuad di atas 1 miliar euro. Dua tim lainnya adalah Prancis dan Portugal.
Dan tampaknya, sejauh ini, hanya Portugal yang membuktikan adanya keselarasan antara harga dan kualitas tim.
Karena tumpul dalam mencetak gol dan membuka peluang, Southgate dikritik tak bisa mengelola bakat-bakat menyerang supermahal untuk menjadi faktor kemenangan.
Penggemar timnas Inggris pun mulai tidak yakin tim kebanggaannya bisa mencapai babak puncak seperti mereka lakukan tiga tahun lalu dalam Euro 2020 ketika mereka menantang Italia dalam partai final.
Southgate mungkin masih berharap Luke Shaw segera pulih, tapi penantian itu semakin lama semakin tidak menentu.
Akhirnya dia harus realistis untuk tetap memasang Kieran Trippier sebagai bek kiri, padahal posisi alami bek sayap Newcastle United ini adalah di kanan.
Tapi mungkin dia akan memasukkan gelandang tengah Conor Gallagher sejak menit pertama, sehingga Trent Alexander Arnold menepi setelah dua laga bermain sebagai starter dalam posisi yang juga bukan posisi alaminya guna mendampingi gelandang bertahan Declan Rice.
Di luar itu, tak ada waktu bagi Southgate untuk merombak skuadnya terlalu jauh, kecuali mungkin timnya pernah kalah dan berada di posisi terjepit. Dua kondisi ini tidak dialami Inggris.
Baca Juga: Daftar 8 Tim yang Sudah Lolos ke 16 Besar Euro 2024: Tiga Dibantu Spanyol
Untuk itu, Southgate tetap menurunkan hampir semua sebelas pemain pertama yang sama dengan dua laga sebelumnya.
Itu artinya, kapten Harry Kane tetap memimpin barisan serang, yang diapit tiga gelandang serang yang sebenarnya haus gol; Phil Foden, Jude Bellingham dan Bukayo Saka.
Kyle Walker yang rajin menusuk dari sayap sejak sepertiga pertama lapangan tetap mendampingi duet bek tengah Marc Guehi dan John Stones untuk mengawal kiper kawakan Jordan Pickford.
Sementara itu, pelatih Slovenia, Matjaz Kek, bahkan tak memiliki alasan untuk membongkar tim yang memaksa Serbia dan Denmark bermain seri 1-1.
Dia akan tetap memasang formasi 4-4-2 yang merupakan sistem sempurna untuk orientasi bermain yang menekankan serangan balik seperti Slovenia.
Kek sendiri mendapatkan manfaat besar dari mengerahkan pemain-pemainnya dalam formasi solid di pertahanan dan lebar lapangan ini, terutama saat menghadapi tim-tim yang lebih kuat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Optimis Lawan Iran, Brian Ick: Kami Tak Ingin Kalah di Rumah Sendiri
-
John Herdman Buka Peluang bagi Pemain Terpinggirkan Kembali ke Timnas Indonesia
-
Shayne Pattynama Berharap Timnas Indonesia juga Bisa Sehebat Tim Futsal
-
John Herdman Nilai Timnas Indonesia Layak 5 Besar Asia Dengan Skuad Saat Ini
-
Erick Thohir Buka Suara Timnas Futsal Indonesia ke Final Piala Asia 2026
-
Mentalitas Juara Iran, Tak Gentar Hadapi Teror Suporter Timnas Futsal Indonesia
-
Jelang Final Piala Asia Futsal 2027, Hector Souto: Iran yang Seharusnya Tertekan
-
Kapten Jepang Menangis di Senayan, Akui Atmosfer Indonesia Arena Bikin Merinding
-
Kutukan Iran Terhadap Pelatih Spanyol, Indonesia Punya Peluang di Final Piala Futsal Asia 2026?