Suara.com - Pemain muda Ajax Amsterdam, Tristan Gooijer, menegaskan dirinya bukan bagian gerakan Republik Maluku Selatan (RMS). Apakah hal ini membuatnya berpeluang membela Timnas Indonesia?
Baru-baru ini, sepak bola Indonesia dibuat heboh dengan pengakuan pemain keturunan, Tristan Gooijer, lewat unggahan Instagram Story Exclusive-nya.
Melalui akunnya, @tristangooijer, pemain berusia 19 tahun itu menyebutkan bahwa dirinya dan keluarganya bukanlah bagian dari Republik Maluku Selatan (RMS) seperti dugaan banyak pihak.
“Untuk orang-orang yang masih bertanya, saya dan keluarga saya bukanlah RMS,” bunyi unggahan Tristan Gooijer di Instagram Story Exclusive-nya.
Sebagai informasi, dugaan ini hadir karena Tristan memiliki darah Maluku. Lalu, dugaan itu menguat karena pernyataannya saat berbincang dengan Yussa Nugraha beberapa bulan lalu.
“Saya pernah bicara dengan mereka (PSSI) dan kita ngobrol dengan baik. Tapi saya belum mendalami situasinya, karena situasiku beda tentunya dari pemain yang lain,” kata Tristan.
“Situasi saya lebih berbeda dan sedikit sulit untuk menjelaskannya. Saya belum tahu situasi Maluku dan Indonesia,” lanjut Tristan.
Pernyataan itu membuat Tristan dan keluarganya diduga bagian dari RMS. Terlebih gerakan tersebut terbilang solid di Belanda hingga saat ini.
Lantas, apakah pengakuan Tristan Gooijer yang menegaskan dirinya dan keluarganya bukanlah bagian RMS menjadi tanda dirinya membuka peluang membela Timnas Indonesia?
Baca Juga: BREAKING NEWS! KMSK Deinze Cuci Gudang, Resmi Lepas Marselino Ferdinan dan 10 Pemain Lain
Banyak Pertimbangan?
Jika melihat situasinya saat ini, tentu peluang Tristan Gooijer membela Timnas Indonesia masih terbuka. Tapi itu semua tergantung dengan keluarganya.
Tristan sendiri mengakui bahwa keputusan membela Timnas Indonesia bukan hanya ada pada dirinya, melainkan juga keluarganya.
“Kalau misal saya mengambil keputusan yang membuat keluarga saya tidak setuju, saya tak mau hal itu terjadi,” jawab Tristan soal kemungkinan membela Indonesia.
Karenanya, Tristan pun harus banyak berkonsultasi dengan keluarganya terlebih dahulu sebelum nantinya membuka peluang membela Timnas Indonesia.
Peranan keluarga terbilang amat penting bagi karier para pemain keturunan. Tak hanya Tristan, beberapa pemain diaspora juga disebut-sebut menolak Indonesia karena keluarganya.
Berita Terkait
-
BREAKING NEWS! KMSK Deinze Cuci Gudang, Resmi Lepas Marselino Ferdinan dan 10 Pemain Lain
-
Lawan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026, China Incar 2 Pemain Naturalisasi Baru
-
3 Fakta Menarik Timnas Indonesia vs Jepang di Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Siap Tempur! Nova Arianto Akui Australia adalah Lawan Berat bagi Timnas Indonesia U-16
-
Timnas Indonesia U-16 vs Australia: Laga Spesial Mathew Baker Melawan Tanah Kelahiran
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim