Pada tahun 1989, Deschamps bergabung dengan Marseille, tim besar Prancis.
Di sana, dia menunjukkan performa gemilang dan mengantarkan Marseille meraih gelar Ligue 1 dan Liga Champions Eropa.
Penampilannya yang memukau menarik perhatian Juventus, dan pada 1994, Deschamps bergabung dengan tim raksasa Italia tersebut.
Bersama Juventus, Deschamps meraih banyak gelar bergengsi, termasuk Serie A, Coppa Italia, Piala Super Italia, Piala Interkontinental, Liga Champions Eropa, Piala Super Eropa, dan Piala Intertoto.
Setelah lima tahun di Juventus, Deschamps melanjutkan karirnya di Inggris bersama Chelsea pada 1999.
Di sana, dia berhasil memenangkan 1 gelar Piala FA. Pada tahun 2000, Deschamps pindah ke Spanyol dan bergabung dengan Valencia, di mana dia mengakhiri karir sepak bolanya yang gemilang.
Deschamps juga memiliki karir yang luar biasa bersama timnas Prancis. Dia berhasil membawa Prancis meraih gelar juara Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000.
Setelah pensiun dari dunia sepak bola sebagai pemain, Deschamps memutuskan untuk menjadi pelatih. Tim pertama yang dia latih adalah AS Monaco pada 2001.
Selama empat tahun di Monaco, Deschamps berhasil meraih 1 gelar Piala Liga Prancis pada 2003.
Baca Juga: Link Live Streaming Belanda vs Inggris: Jaminan Laga Panas di Signal Iduna Park
Pada 2006, Deschamps melatih Juventus dan berhasil membawa tim tersebut meraih 1 gelar Serie B di tengah terpaan isu Calciopoli.
Di tahun 2009, Deschamps kembali ke Prancis dan melatih Marseille. Di sana, dia berhasil memenangkan gelar Ligue 1, Piala Liga Prancis, dan Piala Super Prancis.
Puncak karir kepelatihan Deschamps adalah ketika dia ditunjuk sebagai pelatih timnas Prancis pada 2012. Keputusan ini terbukti tepat.
Di bawah kepemimpinannya, Prancis berhasil meraih gelar juara Piala Dunia 2018 dan lolos ke babak final Piala Dunia 2022.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Selidiki Dugaan Pelanggaran Bos West Ham, Polisi Inggris Terima Laporan Tambahan
-
Semifinal Piala AFF U-19 2026: Head to Head Timnas Indonesia U-19 vs Australia
-
Cetak Sejarah, Matt Garbett Bangga Perkuat Selandia Baru di Piala Dunia 2026
-
Harry Kane Sebut Declan Rice Bakal Gendong Timnas Inggris di Piala Dunia 2026
-
Piala Dunia 2026: Afrika Selatan Wajib Waspada, Ini Tiga Pemain Berbahaya Meksiko
-
Lupakan Rivalitas di Klub, Raphinha Sebut Vinicius Bisa Jadi Penentu Brasil Juara Piala Dunia 2026
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Daftar 18 Kandang Tim Super League 2026/2027, Persija Pakai Dua Stadion Ini
-
Nova Arianto Masih Ragu Turunkan Mathew Baker Saat Timnas Indonesia U-19 Lawan Australia, Kenapa?
-
Nova Arianto Tebar Ancaman untuk Australia, Timnas Indonesia U-19 Tak Takut Hadapi Siapa Pun