Suara.com - Ada pemain berdarah keturunan Indonesia yang mengantarkan klub Belanda, Willem II, promosi ke Eredivisie musim 2024/25. Pemain itu adalah Tommy Luciano St. Jago.
Namanya yang begitu kental dengan penyebutan Bahasa Indonesia itu membuat publik bertanya, dari mana asal sesungguhnya pemain tersebut.
Tommy menjadi bagian penting dari keberhasilan Willem II menjuarai Eerste Divisie atau Liga 2 Belanda musim lalu. Gelar juara itu sekaligus mengantarkan WIllem II promosi ke Eredivisie.
Bagi Tommy sendiri, keberhasilan langsung membawa Willem II juara Liga 2 Belanda dan promosi ke Liga 1 Belanda, menjadi prestasi tersendiri.
Pasalnya, ia baru saja didatangkan pada September 2023 sehingga musim lalu merupakan musim perdananya bersama Willem II usai dilepas FC Utrecht.
Di musim 2023/24 lalu, Tommy Luciano Jago mencatatkan total 26 pertandingan di semua ajang dengan torehan tiga gol. Selain bisa beroperasi sebagai bek tengah, ia juga bisa bermain di sektor bek kanan.
Lantas, siapa sebetulnya Tommy Luciano?
Sosok dengan nama lengkap Tommy Luciano St. Jago ini lahir di Utrecht, Belanda, pada 3 Januari 2000. Ia punya darah keturunan Belanda-Curacao-Indonesia.
Tommy memulai kariernya sebagai pemain sepak bola dari akademi Ajax Amsterdam. Ia kemudian pindah ke akademi FC Utrecht pada Juli 2011.
Baca Juga: Masato Sugiharto Akui Punya Darah Indonesia, Tulis Ini di Bio Instagram
Setelah sembilan tahun berada di tim junior, ia promosi ke tim utama FC Utrecht pada Juli 2020. Pada musim perdananya di tim utama, Tommy cukup mendapat kesempatan.
Sayang cedera lutut membuat Tommy Luciano St. Jago lebih banyak menepi di musim-musim berikutnya. Ia cuma mencatatkan tiga penampilan di Eredivisie selama dua musim dari 2021/22 hingga 2022/23.
Alhasil, ia memutuskan bergabung ke Willem II di musim 2023/24 dengan status bebas transfer. Keputusan yang tepat karena ia kembali mendapat menit bermain reguler dan bisa meraih gelar juara.
Kontributor: Aditia Rizki
Berita Terkait
-
Masato Sugiharto Akui Punya Darah Indonesia, Tulis Ini di Bio Instagram
-
Siapa Tristan Schenkhuizen? Gelandang Keturunan Indonesia Dapat Kontrak Profesional dari Klub Eredivisie Belanda
-
Siapa Jairo Beerens? Penyerang Keturunan Indonesia yang Resmi Gabung PSV Eindhoven
-
Eks Ajax dan Liga Spanyol yang Tolak Timnas Indonesia Kena Karma, Begini Nasibnya Sekarang
-
Biodata Jordy Wehrmann, Dulu Tolak Ajakan Shin Tae-yong Bela Timnas Indonesia Kini Menyesal?
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi