Suara.com - Performa yang sedang gacor justru semakin mempersulit peluang Ole Romeny bisa dinaturalisasi oleh PSSI untuk membela Timnas Indonesia.
Baru-baru ini Shin Tae-yong mengonfirmasi tidak akan ada tambahan striker di Timnas Indonesia untuk menghadapi ronde 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Artinya, Romeny yang belakangan ini santer dikabarkan bakal menjadi pemain naturalisasi terbaru, tidak akan dekat-dekat ini atau bahkan batal memperkuat Timnas Indonesia.
Jalan kian terjal buat PSSI karena pemain berusia 24 itu dikabarkan masuk ke dalam radar Timnas Belanda. Hal itu diungkapkan oleh content creator sekaligus eks pemain Indonesia yang pernah main di Belanda, Yussa Nugraha.
“Banyak yang bilang dia (Romeny) semakin kuat masuk dalam radar Timnas Belanda,” ucap Yussa di akun YouTube-nya, Selasa (20/8/2024).
Penyebab utama ia masuk radar Timnas Oranje tidak lain tidak bukan ya ketajamannya yang cukup moncer di awal musim 2024/25 bersama FC Utrecht. KNVB (Federasi Sepakbola Belanda) pun tertarik untuk menjajal kemampuannya.
Ole Romeny yang musim lalu sulit mendapat tempat dan terkendala cedera, selalu bermain inti dalam dua laga awal Utrecht di Eredivisie 2024/25.
Hebatnya ia selalu menjadi pencetak gol dan penyelamat Utrecht. Di laga perdana melawan PEC Zwolle, Romeny mencetak satu-satunya gol kemenangan Utrecht.
Lalu di pertandingan kedua melawan SC Heerenveen, Romeny juga mencetak satu gol dan membawa Utrecht bermain imbang 1-1 di kandang lawannya.
Baca Juga: Sosok Mertua Pratama Arhan Bukan Orang Biasa, Bos Klub Liga 1 Hingga Pernah Dituduh Jebak PSK
Dua gol dari dua pertandingan menjadi sinyal positif buat Romeny untuk bisa bersinar musim ini. Jika mampu konsisten, bukan tidak mungkin panggilan memperkuat Timnas Belanda bakal datang.
Terlebih, Ole Romeny sudah pernah membela Belanda di timnas kelompok umur. Ia mencatatkan dua penampilan di Timnas Belanda U-20 dan lima penampilan bersama Belanda U-19.
Kontributor: Aditia Rizki
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik