Suara.com - Dua pemain keturunan, Mees Hilgers dan Kevin Diks sama-sama membuat netizen Indonesia murka karena sarkas yang ditujukan kepada skuad Garuda.
Kevin Diks sebelumnya dianggap sarkas oleh warganet karena meminta Maarten Paes bermain untuk timnas Indonesia ketika kiper FC Dallas itu sedang live Instagram.
"Bermain untuk timnas Indonesia Maarten Paes," komentar Kevin Diks.
Respons bek FC Copenhagen tersebut justru membuat pecinta sepak bola tanah air marah karena dianggap sarkas ke timna Indonesia.
Baru-baru ini, hal yang sama juga dialami oleh Mees Hilgers. Pemain FC Twente ini juga diserang netizen.
Sebab, mantan rekan setimnya juga berkomentar dengan nada sarkas meminta Mees Hilgers untuk membela tim Merah Putih.
"Kebanggaan Indonesia mereka membutuhkanmu, Ayo!" tulis Brenet di Instagram Mees Hilgers.
Berkat hal tersebut, banyak netizen yang menyerukan agar tidak lagi berkomentar di Instagram Kevin Diks serta Mees Hilgers terkait bermain di timnas Indonesia.
Adapun Kevin Diks dan Mees Hilgers merupakan dua nama yang sebelumnya sempat masuk proyeksi untuk dinaturalisasi di era Jordi Amat dkk. Akan tetapi, proses keduanya malah batal.
Baca Juga: Cerita Thom Haye Tolak Tawaran Eks Klub Ragnar Oratmangoen, Lebih Pilih Jadi Pengangguran Dulu
Berita Terkait
-
Nilai Pasar Thom Haye Bak Bumi dan Langit Dibanding Pemain Bernama Jawa di Prancis
-
Tristan Gooijer Punya Tinggi Ideal Jika Jadi Gabung Timnas Indonesia
-
Legenda: Kisah Boaz Solossa, Striker Timnas Indonesia Paling Menakutkan di ASEAN Awal Tahun 2000-an
-
Perbandingan Nilai Pasar Rafael Struick dengan Striker Berdarah Surabaya di Liga Inggris
-
Perbandingan Nilai Pasar Ole Romeny dan Mauro Zijlstra, Striker yang Disebut Jadi Tambahan Naturalisasi Timnas Indonesia
Terpopuler
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
- Kunjungi Korban Gempa di NTT Hari Ini, Gus Miftah Gelontorkan Bantuan Rp500 Juta
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Jangan Takut Gagal, Kisah Reski Menembus Pendidikan Tinggi Lewat BIDIKSIBA PTBA
-
BPK Audit Kinerja MK dalam Penanganan PHPU 2024 Meski Raih Opini WTP
-
8 dari 10 Anak Indonesia Kekurangan DHA, Ini yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Wajah Lain Krisis Karhutla: Anak Terpapar Asap, Perempuan Lebih Berat Merasakan Beban
-
Tanpa Disadari, Teknologi Ini Diam-Diam Mengubah Cara Kita Menjalani Hari
-
KAMMI Minta Aksi AMPB 27 Agustus Ditahan, Khawatir Ditunggangi hingga Picu Kerusuhan
-
PALHI Desak Kejagung Usut Tuntas Dugaan Korupsi PT TPL, Minta Big Boss Diperiksa
-
KAMMI Tolak Aksi Warga Pati di DPR, Tetap Dukung RUU Perampasan Aset
-
Sumsel Makin Membara, 449 Hotspot Karhutla Mengintai Kesehatan Pernapasan Warga
-
Menkeu Siapkan Rp31 T untuk Pengalihan Status PPPK Paruh Waktu