Suara.com - Jelang laga uji coba kontra India, Nova Arianto resmi menunjuk Putu Panji Apriawan sebagai nahkoda Timnas Indonesia Muda U-17. Duel sengit ini akan tersaji di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada Minggu (25/8) malam.
Pertandingan ini menjadi pemanasan penting bagi Timnas Indonesia U-17 sebelum berlaga di Kualifikasi Piala Asia U-17 yang akan digelar pada bulan Oktober mendatang.
Nova Arianto, pelatih Timnas U-17, melihat potensi kepemimpinan yang kuat dalam diri Putu Panji.
"Saya melihat Panji punya leader (kepemimpinan) itu," kata Nova Arianto di Stadion Ngurah Rai, Denpasar, Sabtu (24/8/2024) malam.
Selain kemampuan teknis yang mumpuni, Nova juga mengagumi kemampuan komunikasi dan pemahaman taktik yang dimiliki oleh pemain muda berbakat ini.
Senada dengan Nova, asisten pelatih Shin Tae Yong di Timnas senior juga memberikan apresiasi atas performa konsisten Putu Panji.
Komunikasi yang baik antara Panji dengan rekan-rekannya menjadi nilai tambah yang sangat penting bagi seorang kapten.
Di sisi lain, Putu Panji mengaku senang dan bangga kembali dipercaya untuk memimpin Timnas Indonesia.
Pemain jebolan Bali United Youth ini sebelumnya juga pernah menjadi kapten Timnas Indonesia U-16 pada Piala AFF U-16 2024.
Profil Singkat Putu Panji Apriawan
Putu Panji, pemuda kelahiran Gianyar, Bali, 10 November 2006, kini telah menjelma menjadi salah satu bek tengah muda yang paling diandalkan di Indonesia.
Dengan tinggi badan 170 cm, Panji memiliki postur tubuh yang ideal untuk seorang bek.
Saat ini, ia membela Bali United U-18 dan mengenakan nomor punggung 4.
Meskipun informasi mengenai agama yang dianut Putu Panji belum banyak diketahui publik, namun mengingat ia berasal dari Bali yang mayoritas penduduknya beragama Hindu, besar kemungkinan ia juga menganut agama yang sama.
Sejak kecil, Panji telah menunjukkan bakat luar biasa dalam sepak bola.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey