Suara.com - Striker timnas Indonesia U-20, Jens Raven membanggakan capaian apiknya kepada media Belanda usai enam bulan menjadi WNI.
Jens Raven menjadi tamu dalam siniar VoetbalPrimeur belum lama ini. Ia menjelaskan bahwa dirinya sudah enam bulan menjadi WNI dan bermain untuk timnas Indonesia U-20.
"Iya sudah setengah tahun (sejak jadi WNI), saya tidak bisa bicara banyak, tapi saya pikir dalam enam bulan itu sudah banyak hal yang terjadi, dan itu sangat indah juga," ucap Jens Raven dikutip dari YouTube VoeetbalPrimeur.
Striker muda FC Dordreht ini juga telah melakoni berbagai ajang bersama Garuda Nusantara seperti Piala AFF U-19 serta Kualifikasi Piala Asia U-20.
Hasilnya memuaskan karena timnas Indonesia U-20 meraih juara di Piala AFF U-19. Jens Raven juga mengantarkan tim asuhan Indra Sjafri lolos ke Piala Asia U-20.
"Saya tampil dalam delapan pertandingan resmi dan tambahan lima kali di turnamen tidak resmi. Saya mencetak tujuh gol dan dua assist," beber Raven.
Tidak lama lagi, striker 19 tahun ini akan menjalani perjuangan berat di Piala Asia U-20 2025 mendatang.
Jens Raven berharap timnas Indonesia U-20 bisa tampil apik dan nantinya lolos ke Piala Dunia U-20 Chile. Artinya harus bisa mencapai semifinal.
"Pada Februari kami akan ke Cina untuk bermain di Piala Asia U-20 dan setelah itu kami berharap lolos ke Piala Dunia U-20 di Chile," pungkas Raven.
Baca Juga: Elkan Baggott Cuek Bebek Meski Dapat Ucapan Spesial dari Timnas Indonesia
Berita Terkait
-
Alasan Striker Mualaf asal Paraguay Jadi WNI, Ternyata Tak Selalu demi Timnas Indonesia
-
Tak Sabar Main Bareng, Jens Raven Idolakan 2 Pemain Timnas Indonesia Senior
-
Timnas Indonesia Panggil Pemain Keturunan Jogja Bakal Dibawa ke Jepang
-
Reaksi Penggawa Timnas Indonesia U-20 usai Masuk 60 Talenta Terbaik di Dunia
-
Dulu 'Ditendang' Indra Sjafi, Arkhan Kaka dan Bintang Barcelona Masuk Daftar Terbaik Dunia
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey
-
Deretan Rekor Tercipta usai Meksiko Lolos 'Sempurna' ke Fase Gugur Piala Dunia 2026
-
Hong Myung-bo Akui Kesalahan Strategi Usai Korea Selatan Takluk dari Afrika Selatan
-
3 Fakta Menarik Jelang Jepang vs Swedia, Berebut Tiket 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Timnas Iran Keluhkan Perlakuan Pejabat AS, Perjalanan Tim ke Seattle Sempat Tertunda
-
Piala Dunia 2026 Memanas: FIFA Tolak Keberatan Mesir dan Iran Terkait Atribut LGBT
-
Siapa Suzanne Huurman? Dokter Perempuan yang Pecahkan Sejarah di Piala Dunia 2026