Thomas Frank mendapat pengakuan untuk pekerjaan yang ia lakukan di Brentford dengan membawa mereka promosi ke Liga Inggris dan mengonsolidasikan posisinya di strata tertinggi.
Ia saat ini masih menangani Brentford, meski kerap disebut-sebut tidak akan keberatan untuk pindah jika mendapat tawaran dari klub yang lebih besar. Frank juga merupakan salah satu sosok yang dikagumi para pemain senior Manchester United.
4. Simone Inzaghi
Pelatih Inter Milan Simone Inzaghi beberapa kali dikait-kaitkan dengan United.
Pria Italia 48 tahun itu memenangi banyak trofi pada tahun kedua kepelatihannya, dengan membawa Inter Milan menjuarai Liga Italia pada musim lalu serta menjuarai Piala Italia sebanyak dua kali.
Timnya merupakan finalis yang kalah dari Manchester City pada final Liga Champions 2023.
Mantan penyerang Lazio dan timnas Italia itu juga menjuarai Piala Italia sebagai pelatih Lazio, dan dikenal mampu meramu tim yang solid dan terorganisir.
Inzaghi belakangan telah meneken perpanjangan kontrak di Inter yang mengikatnya sampai 2026.
5. Kieran McKenna
Baca Juga: Deretan Pemain Keturunan Indonesia yang Pernah Dilatih Erik ten Hag
Kieran McKenna merupakan seseorang yang cukup dikenal di Old Trafford. Ia pernah melatih United U-18 pada 2016 sampai 2021.
Ia tampil bagus pada pekerjaan manajerial pertamanya di Ipswich Town, dengan memimpin mereka promosi dari League One ke Premier League hanya dalam waktu dua setengah tahun.
McKenna sempat dikait-kaitkan dengan kepindahan ke Brighton, United, dan Chelsea pada musim panas ini, setelah menghabiskan hanya empat juta pound untuk membawa timnya promosi ke strata tertinggi.
Meski demikian, pelatih Elkan Baggott tersebut telah meneken kontrak berdurasi empat tahun di Ipswich, dan United akan harus merogoh kocek dalam-dalam jika ingin memboyongnya dari klub tersebut.
6.Ruben Amorim
Pelatih Sporting Ruben Amorim sempat disebut akan bergabung dengan Liverpool sebelum mereka merekrut Arne Slot, dan meski belum berusia 40 tahun, ia memiliki catatan yang mengesankan.
Amorim memimpin Sporting menjuarai liga untuk pertama kalinya dalam rentang waktu 19 tahun. Saat melakukannya, ia baru berusia 36 tahun pada 2021 dan memenangi gelar keduanya di klub itu pada musim lalu.
Ia merupakan mantan gelandang Benfica dan timnas Portugal. Amorim pensiun sebagai pemain pada 2018, dan ia mengukir tanda pertamanya sebagai pelatih setahun kemudian ketika ia membawa tim cadangan Braga tampil impresif yang membuatnya dipromosikan sebagai pelatih tim utama.
Catatan sepuluh kemenangan dalam 13 pertandingan segera memikat klub-klub besar, dan Sporting pun bergerak cepat untuk merekrutnya pada Maret 2020. Amorim diikat kontrak di Sporting sampai Juni 2026.
7. Edin Terzic
Edin Terzic memimpin Borussia Dortmund ke final Liga Champions pada musim lalu, tetapi ia kemudian hengkang pada Juni setelah klub memintanya pergi.
Terzic memulai karier kepelatihannya dengan akademi Dortmund pada 2010 sampai 2013, sebelum menjadi asisten Slaven Bilic di klub Turki, Besiktas.
Ia menyusul Bilic pindah ke West Ham United pada 2015, tetapi meninggalkan klub tersebut menyusul pemecatan pelatih Kroasia itu pada November 2017, dan kemudian bergabung kembali ke Dortmund sebagai asisten pelatih Lucien Favre setahun kemudian.
Setelah kepergian Favre pada Desember 2020, Terzic ditunjuk menjadi pelatih sementara sampai akhir musim dan kemudian memimpin Dortmund menjuarai Piala Jerman dengan kemenangan di final atas RB Leipzig.
Ia kemudian sempat menjadi direktur teknik klub, sebelum menjadi pelatih mereka pada 2022.
8. Xavi
Satu gelar Liga Spanyol dalam rentang dua setengah tahun tidak cukup untuk mempertahankan Xavi yang berstatus legenda hidup klub sebagai pelatih.
Bagaimanapun, pria 44 tahun itu mampu menjaga raksasa Spanyol itu tetap berada di papan atas dalam rentang waktu yang panjang, meski mereka dihantam ketidakjelasan keuangan. Ia bahkan mampu membuat Barca memiliki daya serang yang menakjubkan.
Prospek itu membuatnya berpeluang menyusul mentornya, Pep Guardiola, untuk merapat ke Liga Inggris. Peluang merapat ke Old Trafford kelihatannya terlalu bagus untuk ditolak Xavi, tetapi pakar sepak bola Spanyol Guillem Balague sempat menyebut bahwa Xavi belum mendapat tawaran apa-apa dari United.
9. Zinedine Zidane
Zinedine Zidane berstatus tanpa klub sejak meninggalkan kursi kepelatihan Real Madrid pada 2021. Ia sempat disebut mendapat tawaran dari United ketika Solksjaer hengkang pada 2021.
Sejumlah media berspekulasi bahwa Zidane tidak akan melatih di Liga Inggris karena ia tidak dapat berbahasa Inggris.
Pria Prancis itu belum teruji sebagai pelatih di luar ibukota Spanyol, tetapi rekornya di Real Madrid sangat bagus.
Ia memimpin Real menjuarai Liga Champions tiga kali berturut-turut pada masa kerja pertamanya, dan memenangi gelar Liga Spanyol pada masa kerja keduanya. Meski demikian, cukup sulit bagi klub lain untuk membujuknya kembali melatih, selain Real yang memang dicintainya.
Selain nama-nama di atas, masih terdapat nama-nama lain yang dapat menjadi opsi manajer baru United. Massimiliano Allegri saat ini sedang menganggur setelah ia menikmati kesuksesan di Juventus dan AC Milan.
Pelatih Middlesbrough dan mantan gelandang United midfielder Michael Carrick juga menjadi nama lain yang dijagokan, serta mantan pelatih Porto Sergio Conceicao dan pelatih timnas Jerman Julian Nagelsmann.
Berita Terkait
-
Deretan Pemain Keturunan Indonesia yang Pernah Dilatih Erik ten Hag
-
4 Pelatih Top yang Lagi Nganggur, Bisa Direkrut Manchester United
-
Istri Xavi Beri Isyarat Suaminya Gantikan Erik Ten Hag
-
Erik ten Hag Dipecat, Manchester United: 8 Pelatih, 7 Gelar, 156 Kekalahan
-
Dipecat Manchester United, Erik ten Hag Ternyata Senior Mees Hilgers di FC Twente
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Melempem Lawan Austria, Lamine Yamal Santai: Terpenting Timnas Spanyol Menang!
-
10 Biksu Tewas Ditabrak Mobil Pikap yang Dikendarai Anak Kecil
-
Pasrah dengan Gaya, Ini Ucapan Pelatih Tanjung Verde Jelang Hadapi Argentina
-
PSSI Prioritaskan SUGBK Jadi Venue FIFA ASEAN Cup 2026, Stadion Pendamping Masih Diseleksi
-
Swiss Singkirkan Aljazair 2-0, Granit Xhaka dkk Melaju ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Lionel Scaloni Bantah Argentina Diuntungkan Wasit di Piala Dunia 2026: Jangan Percaya Media Sosial
-
Gol Cristiano Ronaldo saat Portugal Kalahkan Kroasia Akhiri Kutukan 20 Tahun di Piala Dunia
-
Ronaldo Cetak Sejarah Baru Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Kroasia
-
Alarm Portugal Jelang Hadapi Spanyol, Statistik Miris di Balik Gol Bersejarah Ronaldo
-
Diragukan Banyak Pihak, Ini Puja-puji Luis de la Fuente untuk Kualitas Mikel Oyarzabal