Suara.com - Ada dua pemain yang wajib diawasi oleh pemain Timnas Indonesia saat melawan Jepang dalam lanjutan babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 di SUGBK pada Jumat (15/11/2024).
Dua pemain itu ialah Kaoru Mitoma dan Takefusa Kubo. Keduanya bakal jadi motor Jepang untuk membongkar pertahanan Timnas Indonesia.
Keduanya memiliki keunggulan di kecepatan dan teknik dribbling bola. Kubo yang beroperasi di winger kanan memiliki kemampuan bagus untuk mengelabui lawan yang menjaganya.
Analisis dari Scott Martin dari Total Football Analysis mengungkap bagaimana pemain Real Sociedad itu kerap melihat ruang di sisi kiri atau kanan pemain lawan yang menjaganya. Kubo juga selalu memperhatikan gerak tubuh bagian pinggul lawan yang berada di depannya.
"Untuk melakukan gerakan menggocek lawan, ia akan mengandalkan kaki kiri sebagai pilihan utama. Kubo akan memulai duel dengan gerakan bola di atas garis," tulis Scott Martin.
Gerakan itu rupanya tipuan yang dilakukan Kubo. Pemain lawan akan mengira ia telah mengapit pemain Jepang itu di sisi pinggir.
"Saat pinggul bek lawan berputar ke arah garis akhir, ia bersiap untuk melewatinya. Saat itulah Kubo bisa mengalahkan bek lawan. Saat pinggul bek lawan berputar untuk menutup ruang, Kubo dapat mengumpan bola ke tengah dan kemudian menggiring bola ke dalam," jelas Scott Martin.
Aksi ini biasa dilakukan Kubo saat bermain di Real Socieada di LaLiga. Gerak tipu Kubo membuat pemain lawan tidak memiliki visual yang bagus untuk menahannya.
Jadi pekerjaan besar untuk barisan pertahanan Timnas Indonesia untuk mencegah Kubo. Pasalnya menghadapi pemain cepat seperti Kubo, bek lawan biasanya akan selalu kalah.
Baca Juga: Prediksi Ranking FIFA Timnas Indonesia: Untung Besar meski Cuma Imbang Lawan Jepang!
Hal ini lantaran posisi bek yang menyebabkan gerak kaki yang buruk. Si pemain tidak akan siap untuk bergerak cepat ke arah tertentu. Sebagian besar dari masalah bek bahwa ia tidak bisa menerka ke arah mana Kubo akan melewatinya.
Kuncinya, bek Timnas Indonesia harus mendikte arah gerak Kubo selanjutnya. Kevin Diks dkk harus bisa mempengaruhi kapan Kubo harus berlari dan menutup semua ruang gerak.
"Daripada mengarahkan perhatian ke bola, pemain bertahan harus fokus pada gerakan lawan,"
Di sisi lain, aksi Kaoru Mitoma juga sama bahayanya dengan Kubo. Winger Brighton & Hove Albion ini jadi pemain kunci baik di level klub dan tim nasional.
Salah satu keunggulan dari Mitoma ialah pemain satu ini memiliki kemampuan luar biasa untuk melakukan gerakan diagonal menuju gawang lawan. Dia memiliki kecerdasan dan mampu melihat ruang saat rekan satu timnya berada di posisi bebas.
"Mitoma mampu mengindentifikasikan ruang yang dibutuhkan untuk menyerang. Jika perlu dia menciptakan ruang itu. Dia menggunakan tipuan untuk menciptakan ruang sebelum menyerang," ulas ekkonocoaching
Berita Terkait
-
Prediksi Ranking FIFA Timnas Indonesia: Untung Besar meski Cuma Imbang Lawan Jepang!
-
Ada Persaingan di Sektor Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes Ungkap Hal Tak Teduga
-
Senasib Mees Hilgers, Detik-detik Cedera Parah Elkan Baggott
-
Tatap Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia Mustahil Amankan Poin dari Jepang?
-
Shin Tae-yong Jadi Korban Kejahilan 5 Pemain Timnas Indonesia: Basah Kuyup, Responsnya di Luar Dugaan
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
Ledakan Petasan ke Emil Audero, Inter Milan Didenda Hampir Rp 1 Miliar!
-
Punya 21 Caps Timnas Indonesia, Pemain Keturunan Rp 12,17 Miliar Cetak Gol Bantai Klub Filipina
-
Sempat Direkrut, Ini Alasan Persis Lepas Clayton Da Silveira
-
Bojan Hodak: Dion Markx Masih Harus Adaptasi Bersama Persib
-
Bojan Hodak Pastikan Persib Tak akan Tambah Lagi Pemain Baru
-
Resmi Berseragam Persija, Mauricio Souza Ungkap Alasan Mauro Zijlstra Jadi Rekrutan Penting
-
Saga Transfer Berakhir: Fenerbahce Boyong N'Golo Kante dari Al-Ittihad
-
Apes, Alejandro Garnacho Kena Sial Usai Sindir Manchester United
-
Kontribusi Minim, Apa Kegunaan Viktor Gyokeres di Arsenal?
-
Mengenal Lebih Dekat Ardiansyah Nur Kapten Timnas Futsal Indonesia yang Cetak Sejarah di Piala Asia