Suara.com - Pesta demokrasi yakni Pilkada 2024 akan berlangsung tanggal 27 November mendatang.
Warga Negera Indonesia (WNI) yang sudah memiliki hak pilih diharapkan berpartisipasi pada agenda akbar itu, termasuk para pemain naturalisasi Timnas Indonesia.
Seperti diketahui, pemain naturalisasi skuad Garuda memang sudah memiliki KTP.
Melansir laman PSSI, Thom Haye, Ragnar Oratmangoen, Jordi Amat hingga Sandy Walsh memiliki KTP yang beralamat di Jakarta. Lalu, mereka bakal nyoblos di TPS mana?
Saat Pilpres 2024 lalu, Sandy Walsh menggunakan hak suara perdananya sebagai WNI di KBRI di Belgia.
Walsh yang berdomisili di Brussels karena tengah membela klub KV Mechelen sempat menunjukan momen saat ia memberikan hak suara untuk pertama kali.
Komisioner KPU Provinsi DKI Jakarta, Dody Wijaya saat dihubungi Suara.com, Senin (25/11/2024) menjelaskan, Pilpres Dapil seluruh Indonesia termasuk luar negeri. Sehingga bisa menggunakan hak pilih di luar negeri untuk memilih presiden.
"Namun untuk Pilkada, Dapilnya se-provinsi/kabupaten/kota. Sehingga TPS hanya diadakan di wilayah masing-masing dan tidak ada TPS di luar negeri (harus mencoblos sesuai domisili KTP-red)," kata dia.
Dody menambahkan, para pemain naturalisasi bisa mengecek di cekdptonline.kpu.go.id. Jika terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) bisa menggunakan hak pilih sesuai TPS jam 07.00-13.00 WIB.
Baca Juga: Debut Berujung Cedera, Kevin Diks Soal Bela Timnas Indonesia pada Maret: Saya Berharap...
"Apabila belum terdaftar tetapi punya KTP Jakarta dapat menggunakan hak pilih di TPS sesuai wilayah dalam 1 RT/RW sesuai KTP nya sebagai pemilih tambahan pukul 12.00-13.00 WIB," jelas dia.
Hal senada juga ditegaskan Ketua KPU DKI Jakarta, Wahyu Dinata.
"Jika sudah resmi menjadi Penduduk DKI yg dibuktikan dengan KTP Elektronik, bisa menggunakan hak pilih jika tidak terdaftar di DPT, masuk kategori Pemilih Tambahan (DPK)," paparnya.
"Pilkada hanya bisa nyoblos di Jakarta, tidak ada TPS Pilkada di luar wilayah pemilihannya. Mereka bisa cek sudah terdaftar atau belum di website kpu dengan memasukan NIK," tambah Wahyu.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok