Suara.com - Lama tak terdengar namanya, mantan kapten Timnas Indonesia di Piala Asia 2004, Agung Setyabudi kini menjadi perbincangan masyarakat.
Agung diketahui mendapatkan hadiah televisi dari Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Pemkot Solo.
Bukan hadiah biasa, melainkan hadiah karena eks full back Persebaya Surabaya dan Persis Solo itu taat membayar pajak bumi dan bangunan (PBB).
Dalam pengumuman yang tersebar di WAG, tercatat nama Agung Setyabudi yang tinggal di wilayah Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari, mendapatkan hadiah tv.
"Eks pemain timnas asal Solo dapat hadiah tv karena taat bayar PBB," bunyi kabar tersebut yang diterima Suara.com, Kamis (19/12/2024).
Sementara saat dihubungi melalui pesan Whatsapp, Agung hanya memberikan sticker tertawa.
"Ngrapel tujuh tahun bayarnya," canda sosok yang membawa PSIS Semarang juara Liga Indonesia 1999 tersebut.
Semasa bermain, Agung Setyabudi terkenal dengan salah satu pencetak assist terbaik di Tanah Air.
Gol tunggal Tugiyo ke gawang Persebaya Surabaya dalam final Liga Indonesia 1999 di Stadion Klabat, Manado, merupakan umpan manis dari sosok asli Solo tersebut.
Baca Juga: Massa Tolak Kenaikan PPN 12 Persen di Sebrang Istana Negara
Selain itu, Agung merupakan langganan Timnas Indonesia. Ia pernah bermain pada turnamen besar internasional seperti pada pertandingan kualifikasi Olimpiade, Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2002 – Babak Pertama Zona Asia, Kejuaraan Sepak Bola ASEAN, Piala Tiger, dan Piala Asia AFC.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan