- Beras premium di ritel modern langka selama 4-5 bulan.
- Rak beras di sejumlah supermarket mulai kosong.
- Bulog siapkan pasokan 110.000 ton beras per bulan.
Suara.com - Ketersediaan beras premium di jaringan ritel modern mulai menipis. Kondisi ini tidak hanya terlihat dari berkurangnya pilihan merek, tetapi juga dari rak beras di sejumlah supermarket yang mulai kosong dan bahkan dialihfungsikan untuk memajang produk lain.
Pengamat pertanian Khudori mengatakan kelangkaan beras premium telah berlangsung sekitar 4-5 bulan di sejumlah hipermarket, supermarket hingga minimarket di berbagai daerah.
"Sejarah kembali berulang. Krisis beras tengah menimpa jaringan ritel modern di Tanah Air. Pilihan beras aneka merek, terutama beras premium, semakin terbatas. Situasi ini sudah berlangsung 4-5 bulan terakhir," kata Khudori kepada wartawan, Senin (21/9/2026).
Khudori mengaku menemukan langsung kondisi tersebut saat mengecek salah satu supermarket. Rak yang biasanya dipenuhi berbagai merek beras justru telah diisi produk lain karena stok beras kosong.
"Sudah beberapa hari beras kosong. Karena ada penarikan produk," ujarnya.
Kondisi serupa juga ditemukan di dua gerai lainnya. Beras yang masih tersedia umumnya hanya jenis tertentu, seperti beras merah dan beras SPHP kualitas medium yang dikelola Bulog.
Situasi tersebut mengingatkan kembali pada kondisi tahun lalu ketika beras premium sempat menghilang dari jaringan ritel modern setelah muncul isu mengenai dugaan beras oplosan. Namun kali ini, persoalannya terlihat pada semakin terbatasnya pasokan dan pilihan produk di tingkat ritel.
Pemerintah kini mengandalkan Bulog untuk memperkuat pasokan beras ke jaringan ritel modern. Manajemen Bulog menyatakan akan memasok 110.000 ton beras setiap bulan, terdiri atas 75.000 ton beras premium dan 35.000 ton beras medium.
Selain itu, Bulog menyiapkan 300.000 ton cadangan beras pemerintah (CBP) untuk diolah menjadi beras premium dengan melibatkan Perpadi. Namun, Khudori menyebut rencana tersebut belum memperoleh persetujuan.
"Bulog ingin memastikan masyarakat, khususnya yang di perkotaan, memiliki akses mudah terhadap beras premium produksi BUMN pangan ini," tutur Khudori.