Suara.com - Mantan Ketua umum PSSI, Nurdin Halid mengatakan bahwa kultur sepak bola yang dibawa Shin Tae-yong tidak cocok dengan pemain timnas Indonesia saat ini yang mayoritas diisi pemain diaspora.
Dipecatnya Shin Tae-yong di timnas Indonesia memunculkan pro dan kontra. Ada yang sepakat juru taktik asal Korea Selatan itu didepak, tapi ada pula yang memberikan pembelaan.
Terkait situasi yang terjadi tersebut, Nurdin Halid mengatkan bahwa keputusan PSSI sudah tepat mendepak pelatih berusia 54 tahun tersebut.
Alasannya karena kultur Shin Tae-yong berbeda dengan pemain timnas Indonesia yang diisi banyak pemain diaspora dari Belanda.
"Kita melihat bahwa kultur sepak bola kepelatihan Shin Tae-yong tidak cocok dengan kondisi karakter pemain timnas Indonesia saat ini, di mana 80 persen itu adalah pemain naturalisasi yang darah dagingnya sudah melekat total football yang diperkenalkan Johan Cruyff. Ini tidak cocok dengan speed and power (ala Korea Selatan)," ujar Nurdin di acara TV One.
Maka dari itu, PSSI kini menunjuk Patrick Kluivert yang berasal dari Belanda. Ia dianggap akan lebih baik memimpin skuad Garuda yang diisi banyak pemain keturunan.
"Kita dihadapi situasi sulit, tapi ini plihan tepat (pergantian pelatih) karena berkaitan dengan kultur 80 persen pemain diaspora," jelas Nurdin Halid.
"Menurut saya pilihan pak Erick dengan Exco-nya (PSSI) sangat tepat memilih pelatih yang paham dengan kultur sepak bola Belanda," imbuh mantan Ketum PSSI tersebut.
Adapun Patrick Kluivert bakal datang ke Indonesia pada 11 Januari 2025. Ia bakal dikenalkan ke publik satu hari setelahnya.
Baca Juga: Anak Shin Tae-yong: Setelah Keluar dari Timnas Indonesia, Ayah Saya Akan...
Berita Terkait
-
Rafael Struick Alami Lonjakan Nilai Transfer Sampai 2 Kali Lipat
-
Patrick Kluivert: Saat Laga Timnas Indonesia, Saya Berbincang dengan Erick Thohir
-
Erick Thohir ke Patrick Kluivert: Sosmed Indonesia Paling Gila!
-
Patrick Kluivert Duta Naturalisasi, 3 Pemain Ini Punya Kans Bela Timnas Indonesia
-
5 Pemain Buangan Shin Tae-yong Bakal Beda Nasib di Tangan Patrick Kluivert?
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Indonesia Masuk 6 Negara dengan Obesitas Rendah di Dunia, Apa Rahasianya?
-
Karhutla Makin Ganas, Anggaran Pencegahan Kalah dari Belanja Rutin Daerah
-
5 Alasan Pengurusan Izin Usaha Sebaiknya Diserahkan ke Jasa Profesional
-
KAI Siapkan Stasiun Manggarai Jadi Pusat Mobilitas Jakarta
-
Sinopsis Insidious: Out of the Further, Kisah Baru Elise dengan Teror Seram
-
Menepi Sejenak di Bintan: Menikmati Pantai, Kuliner, dan Wellness dalam Satu Resor
-
Dusun Sade Terbakar Jelang MotoGP Mandalika, NTB Siapkan 4 Desa Adat Pengganti Wisatawan
-
Prabowo Perintahkan Tanpa Pandang Bulu, Raja Juli Antoni: Pembakar Hutan Kami Tindak
-
Dari Jepang, Kolombia, hingga NTT: Daftar 'Gempa Besar' Selama Agustus 2026
-
BNPB Minta Negara Tetangga Tak Saling Menyalahkan soal Asap Karhutla