News / Internasional
Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:12 WIB
BMKG, pada Rabu (19/8/2026), memprakirakan gempa susulan di Flores, NTT masih akan terjadi hingga 30 hari ke depan. Gempa Flores berkekuatan 7,7 terjadi pada 15 Agustus 2026 dan menyebabkan puluhan korban jiwa dan ribuan bangunan rusak. [Antara]
Baca 10 detik
  • Gempa magnitudo 5,9 mengguncang Ibaraki, Jepang, pada 23 Agustus 2026, menyebabkan puluhan orang terluka dan mengganggu transportasi.
  • Gempa di Kolombia Barat dan Nusa Tenggara Timur pada Agustus 2026 turut memicu korban jiwa serta kerusakan infrastruktur parah.
  • Survei Geologi Amerika Serikat mencatat sebelas gempa bumi berskala di atas magnitudo 7,0 mengguncang bumi hingga pertengahan Agustus 2026.

Suara.com - Gempa bumi bermagnitudo 5,9 mengguncang wilayah timur Jepang pada Minggu (23/8/2026) dini hari. Guncangan kuat yang berpusat di bagian selatan Prefektur Ibaraki pada kedalaman 68 kilometer tersebut memicu gangguan infrastruktur transportasi dan menyebabkan puluhan orang terluka di sejumlah wilayah yang bertetangga dengan ibu kota Tokyo.

Berdasarkan keterangan resmi Badan Meteorologi Jepang (JMA), gempa yang terjadi pada pukul 02.00 waktu setempat ini tidak berpotensi memicu gelombang tsunami.

Meski demikian, JMA langsung mengeluarkan peringatan dini gempa darurat sesaat setelah guncangan melanda. Skala intensitas gempa tercatat mencapai level 5 lemah pada skala seismik Jepang (yang memiliki batas maksimum 7) di sebagian besar wilayah Prefektur Ibaraki, Prefektur Saitama, Prefektur Chiba, dan pusat kota Tokyo, tepatnya di Distrik Adachi.

JMA mendefinisikan intensitas 5 lemah sebagai guncangan kuat yang membuat sebagian besar orang merasa ketakutan, memaksa mereka berpegangan pada benda yang stabil.

Dilansir dari Reuters, guncangan dari gempa Minggu dini hari ini dilaporkan terasa di area yang sangat luas, mencakup wilayah timur laut hingga wilayah tengah Jepang.

Dampak langsung dari aktivitas seismik ini sangat terasa pada mobilitas publik dan infrastruktur fasilitas umum. Menurut laporan departemen pemadam kebakaran lokal, lebih dari 20 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Korban luka tersebut mencakup seorang pemuda dan seorang wanita berusia 70-an di Prefektur Saitama (sebelah utara Tokyo), sembilan orang di Prefektur Kanagawa, serta empat orang di Prefektur Chiba.

Sementara itu, di Distrik Koto, Tokyo, guncangan menyebabkan sebuah pipa air pecah. Otoritas metropolitan saat ini sedang menyelidiki untuk memastikan apakah kerusakan infrastruktur air tersebut murni terkait dengan guncangan gempa.

Pada sektor transportasi massal, sejumlah layanan kereta api terpaksa menunda keberangkatan awal mereka. Perusahaan operator kereta JR East beserta sejumlah penyedia layanan lainnya menginstruksikan armada kereta untuk beroperasi dengan kecepatan yang dikurangi demi memastikan keselamatan jalur.

Layanan kereta ekspres yang dioperasikan oleh Tobu Railway juga dilaporkan sempat dihentikan sementara. Di sisi lain, operator Jalur Keisei yang menghubungkan Ueno di pusat kota Tokyo dengan Bandara Narita di Prefektur Chiba mengonfirmasi bahwa operasional layanan mereka telah kembali normal setelah pukul 09.40 pagi waktu setempat.

Baca Juga: Detik-detik Gempa Susulan NTT saat Konpers Wamendikdasmen

Terkait keamanan fasilitas vital, pihak operator pembangkit listrik memastikan tidak ada kejanggalan atau anomali kerusakan yang terdeteksi pascagempa. Status aman ini terkonfirmasi di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Tokai No. 2 di Prefektur Ibaraki, maupun pada Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daiichi dan Fukushima Daini di wilayah timur laut Jepang.

Merespons situasi ini, Perdana Menteri Sanae Takaichi melalui akun media sosialnya menyatakan bahwa ia telah menginstruksikan jajaran pejabat terkait untuk segera memastikan tingkat kerusakan akibat gempa dan secara proaktif memberikan informasi yang tepat waktu kepada publik.

JMA secara paralel terus mengimbau masyarakat luas untuk tetap waspada terhadap potensi gempa dengan intensitas mencapai 5 lemah pada skala seismik selama sepekan ke depan, khususnya dalam periode dua hingga tiga hari mendatang.

Rentetan Gempa Selama Agustus 2026

Peristiwa seismik di Jepang ini semakin mempertegas tingginya aktivitas tektonik global di sepanjang kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) dan berbagai zona sesar aktif lainnya selama bulan Agustus 2026.

Sebelum guncangan di Jepang, masyarakat global telah menyaksikan rentetan gempa bumi berskala masif yang menelan banyak korban jiwa dan memicu kerusakan infrastruktur parah.

Load More