Suara.com - Menilik rapor para pemain di lini serang Timnas Indonesia jelang bertarung di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Siapa yang akan dicoret Patrick Kluivert?
Bukan rahasia lagi jika lini serang atau lini depan menjadi titik lemah Timnas Indonesia saat bertarung di kancah internasional dalam beberapa tahun terakhir.
Karena menjadi titik terlemah di skuad Garuda, PSSI pun rela turun tangan menjemput para pemain keturunan berposisi penyerang untuk menambah daya gedor.
Tak hanya menambah para penyerang keturunan, PSSI bahkan sempat merekrut pelatih striker untuk membantu para penyerang di Timnas Indonesia.
Namun apa daya. Hingga laga terakhir Timnas Indonesia, yakni pada November lalu, lini serang tim Merah Putih tetap tak terlihat bertaji.
Malahan gol-gol yang dicetak Timnas Indonesia di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia lebih banyak datang dari sektor bek ataupun gelandang.
Dari sekian banyak penyerang yang tersedia di Timnas Indonesia, siapa yang akan dipilih atau dicoret Patrick Kluivert jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia? Berikut ulasannya.
Berpotensi Dipilih:
1. Egy Maulana Vikri (Dewa United)
Baca Juga: Gerald Vanenburg Mulai Campur Tangan Urusi Timnas Indonesia Racikan Nova Arianto
Egy Maulana Vikri menjadi satu-satunya penyerang Timnas Indonesia yang moncer musim ini, kendati dirinya bermain di Liga 1 2024/2025.
Penyerang Dewa United ini tercatat telah melesakkan 11 gol dan 4 assist dari 24 pertandingan di Liga 1 2024/2025 dan menahbiskan diri sebagai penyerang lokal tersubur.
2. Ole Romeny (Oxford United)
Nama Ole Romeny kemungkinan besar dipilih oleh Patrick Kluivert mengingat dirinya berstatus pemain naturalisasi baru dan punya catatan gemilang di kompetisi top Eropa.
Di musim ini, Ole Romeny tercatat membela dua klub, yakni FC Utrecht dan Oxford United. Tercatat ia telah tampil sebanyak 20 kali dan mencetak 3 gol.
3. Ragnar Oratmangoen (FCV Dender)
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Guru Les Cabuli 29 Murid, Mengapa Kekerasan Seksual Anak Kerap Dilakukan Orang Terdekat?
-
Grab Perkuat Teknologi Keselamatan Transportasi Online, AI hingga AudioProtect Plus
-
Abdul Wahid Ajukan Banding, Merasa Kasusnya Direkayasa: Saya Cari Keadilan
-
Istana Tanggapi Putusan MK soal Anggaran MBG Harus Dipisah dari Pendidikan
-
Portofolio Digital Jadi Ijazah Baru, Senjata Gen Z Tembus Dunia Kerja?
-
Rugi Rp25,2 Miliar! Diana Pungky Polisikan Mantan Asisten Terkait Penggelapan dan TPPU
-
Ditantang karena Belum Periksa Raja Juli, KPK: Bukan Masalah Berani atau Tidak
-
Whooz Bikin UMKM Tak Perlu Lagi Investasi Server dan Jaringan
-
Piala Presiden 2026: Persija Bisa Tersingkir Meski Bantai PSMS Medan
-
Fahri Hamzah Usul Peradilan Etik, Pejabat Bisa Langsung Dipecat Sebelum Terjerat Korupsi