Suara.com - Pemain dari Asia Tenggara (ASEAN) hanya akan jadi remah-remah usai Emil Audero Mulyadi resmi membela Timnas Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari perbedaan nilai pasar.
Sebagaimana diketahui, Emil Audero Mulyadi menjadi satu dari tiga nama yang tengah menjalani proses naturalisasi untuk membela Timnas Indonesia.
Kiper berusia 28 tahun itu ditemani oleh dua pemain keturunan lainnya, yakni Joey Pelupessy dan Dean James, dalam melakukan proses dan mengubah statusnya menjadi WNI.
Belakangan, proses naturalisasi Emil Audero dkk sudah disetujui oleh DPR RI dan kini hanya tinggal menunggu Keputusan Presiden (Keppres), Prabowo Subianto.
Jika proses itu tuntas, maka ketiga pemain itu tinggal diambil sumpahnya sebagai WNI. Rencananya, pengambilan sumpah tiga pemain tersebut akan digelar di Roma, Italia, pada 10 Maret mendatang.
Bisa dikatakan, Emil Audero dkk tinggal selangkah lagi menjadi WNI dan akan segera menjadi bagian dari skuad Timnas Indonesia.
Khusus untuk Emil Audero, masuknya nama kiper Palermo itu dalam skuad Timnas Indonesia menghadirkan sederet fakta unik.
Fakta unik itu berkaitan dengan nilai pasarnya, di mana ia akan menjadi pemain termahal kedua di ASEAN dan pemain termahal kedua di skuad Garuda.
Kalah dari Mees Hilgers
Baca Juga: Siapa Paling Pendek? Perbandingan Tinggi Badan 4 Kiper Timnas Indonesia Plus Emil Audero
Saat ini, Emil Audero Mulyadi diketahui memiliki nilai pasar sekitar 5 juta euro atau setara dengan Rp88,2 miliar menurut kurs saat ini.
Nilai pasar itu otomatis akan membuat kiper pinjaman dari Como itu menjadi pemain termahal kedua di Timnas Indonesia.
Emil Audero akan menggusur Kevin Diks yang sebelumnya memegang status tersebut dengan nilai pasar sekitar 4,5 juta euro.
Tak cukup sampai di situ, Emil Audero juga akan menggeser Kevin Diks sebagai pemain termahal kedua di Asia Tenggara atau ASEAN.
Dengan nilai pasar sekitar 5 juta euro, Emil Audero hanya kalah dari Mees Hilgers yang berstatus pemain termahal Timnas Indonesia dan ASEAN dengan nilai pasar 9 juta euro (Rp158,7 miliar).
Di samping itu, masuknya Emil Audero juga otomatis akan mengangkat nilai pasar Timnas Indonesia yang diprediksi akan meroket ke angka Rp600-Rp700 miliar.
Nilai pasar yang dimiliki Emil Audero bukan tanpa alasan. Sebab, dirinya masuk dalam daftar 10 besar kiper dengan biaya transfer termahal dalam sejarah Serie A.
Tercatat, Emil Audero berada di posisi ke-9 dalam daftar kiper dengan biaya transfer termahal di Serie A, dengan biaya transfer 20 juta euro saat ditebus Sampdoria dari Juventus pada 2019/2020 lalu.
(Felix Indra Jaya)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana