Suara.com - Timnas Indonesia akan melanjutkan petualangan pada babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, bulan ini.
Pasukan Garuda lebih dulu bertandang ke markas Australia. Kedua tim bakal bentrok di Sydney Football Stadium, Kamis (20/3/2025).
Sementara usai dari Negeri Kanguru, Timnas Indonesia giliran menjamu Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, lima hari berselakang.
Khusus melawan Bahrain, Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengumumkan bahwa tiket pertandingan sudah terjual habis.
"Alhamdulillah sold out!!! Terima kasih untuk dukungan yang luar biasa, sampai jumpa di Stadion Gelora Bung Karno," kata Erick, dikutip dari akun Instagram resminya, Sabtu (8/3/2025).
Kondisi itu tentu menjadi 'kabar buruk' untuk Bahrain, mengingat mereka bakal mendapat tekanan dari puluhan ribu suporter Indonesia.
Pertandingan melawan Bahrain merupakan satu dari dua pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 yang akan dimainkan tim Garuda pada Maret.
Sebelum menjamu Bahrain, pasukan Patrick Kluivert akan terlebih dahulu melawat ke Sydney, untuk bermain melawan Australia pada 20 Maret.
Pertandingan melawan Bahrain menjadi salah satu laga yang dinanti-nanti oleh para penggemar timnas Indonesia, setelah tim Garuda ditahan imbang 2-2 saat bermain di Bahrain pada Oktober silam.
Baca Juga: Thom Haye dan Sandy Walsh Akan Bikin Tato Jika Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2026
Saat itu sejumlah keputusan wasit Ahmed Al Kaf dinilai menguntungkan tuan rumah, termasuk tambahan waktu yang cukup lama sehingga berujung Bahrain mampu menyamakan kedudukan. Dampaknya, akun resmi Federasi Sepak bola Bahrain (BFA) dan para pemain Bahrain menjadi sasaran teror warganet Indonesia.
Indonesia saat ini menghuni posisi ketiga di klasemen sementara Grup C zona Asia. Tim Garuda hanya tertinggal satu poin dari tim posisi kedua, Australia, tetapi koleksi poin Indonesia yakni enam poin sama dengan milik tiga tim lainnya, yakni Arab Saudi, Bahrain, dan China.
Hanya dua tim teratas yang lolos otomatis ke Piala Dunia 2026. Sedangkan tim posisi ketiga dan keempat di klasemen akhir akan memainkan kualifikasi putaran keempat.
Hingga kini, belum muncul tanda-tanda siapa saja pemain yang akan dipilih oleh pelatih asal Belanda itu guna menghadapi Australia dan Bahrain.
Patrick sebelumnya memberikan syarat jika pemain yang dipanggil harus memiliki menit bermain yang panjang di level klub.
Meski belum menentukan nama, namun Patrick Kluivert dipastikan memanggil 27 pemain untuk pertandingan melawan Australia dan Bahrain.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM
-
Danantara Tunjuk Teman Seangkatan Menko AHY di SMA Taruna Nusantara jadi Bos PT Pos
-
Kronologi Kecelakaan Bus vs Minibus di Pekanbaru, Tewaskan Bocah Perempuan
-
Diduga Kurang Berhati-hati, Minibus Nyemplung di Bundaran HI Usai Tabrak Pembatas Jalan
-
Usai Lebaran, Para Bos Anak Usaha Astra Kompak Mundur
Terkini
-
Kembali Beralih Setelah Libur, Dokter Tim Persib Beberkan Kondisi Pemain
-
Status WNI Nathan Tjoe-A-On Digugat, KNVB Janji Lakukan Investigasi Serius
-
Jurgen Klopp: Real Madrid Mau Saya? Telepon Dulu, Kita Bicara Baik-baik
-
Masih Banyak Pemain Timnas Indonesia Belum Gabung TC, Respons John Herdman Jadi Sorotan
-
Polemik Kewarganegaraan Dean James dan Nathan Tjoe-A-On Makin Rumit, Bos Eredivisie Buka Suara
-
Boikot Donald Trump dan Piala Dunia 2026 di Belanda Tembus 170 Ribu Tanda Tangan
-
Status Nathan Tjoe-A-On Digugat, Willem II: Kami Tunggu Keputusan Resmi KNVB
-
Memanas! Klub TOP Oss Bawa Status WNI Nathan Tjoe-A-On ke Jalur Hukum
-
Pakar Hukum: Dean James Tidak Memenuhi Syarat untuk Main!
-
Setelah Dean James, Nathan Tjoe-A-On Juga Digugat Soal Status Kewarganegaraan