Suara.com - Jelang duel penentuan melawan Barcelona di semifinal leg kedua Liga Champions, Inter Milan menegaskan strategi utama mereka: mematikan pergerakan Lamine Yamal. Pertandingan krusial ini akan digelar di Stadion Giuseppe Meazza, Rabu (7/5) dini hari pukul 02.00 WIB.
Laga sebelumnya di Camp Nou berakhir dengan skor imbang 3-3. Salah satu gol Barcelona tercipta lewat aksi individu luar biasa dari Lamine Yamal, yang kini menjadi perhatian utama skuad Nerazzurri.
Bek andalan Inter, Alessandro Bastoni, menilai bahwa mengurangi pengaruh Yamal di lapangan adalah kunci utama untuk memastikan kemenangan di kandang sendiri.
“Kami harus menjaga dia dengan dua, bahkan tiga pemain seperti yang kami lakukan di leg pertama. Jika tidak, dia akan mendapatkan ruang dan itu sangat berbahaya,” ujar Bastoni, dikutip dari Football Italia.
Bastoni menekankan bahwa meskipun fokus pada Yamal penting, Inter juga tidak boleh lengah terhadap pemain Barcelona lainnya yang memiliki kualitas merata di semua lini.
“Kami tidak bisa hanya fokus pada satu pemain. Barcelona punya banyak senjata mematikan,” tegasnya.
Pemain berusia 26 tahun itu juga mengungkapkan kekagumannya terhadap perkembangan pesat Yamal. Mereka sempat bertemu sebelumnya di Euro 2024 saat Italia dikalahkan Spanyol. “Dia sudah mencapai level yang luar biasa di usia yang sangat muda. Menurut saya, dia salah satu pemain terbaik dunia saat ini,” ujar Bastoni.
Hal senada diungkapkan oleh pelatih Inter Milan, Simone Inzaghi. Ia menyebut bahwa menghentikan Yamal menjadi tantangan tersendiri.
“Sangat sulit menghentikannya. Kami harus memutus suplai bola ke dia, tapi itu bukan hal mudah di era sepak bola modern,” ujar Inzaghi dalam konferensi pers.
Baca Juga: Drama 6 Gol di Liga Champions! Barcelona Dipaksa Imbang 3-3 oleh Inter Milan
Selain fokus pada Yamal, Inter juga menghadapi kekhawatiran lain terkait kondisi fisik striker andalan mereka, Lautaro Martinez. Penyerang Argentina itu belum kembali berlatih sejak mengalami cedera hamstring pada leg pertama pekan lalu.
“Lautaro masih kami pantau. Dia belum berlatih sejak pertandingan terakhir melawan Barcelona. Keputusan akan diambil bersama tim medis dan pemain itu sendiri,” kata Inzaghi. Dalam laga sebelumnya, Lautaro terpaksa digantikan oleh Mehdi Terami di babak kedua.
Peran Lautaro sangat vital bagi Inter, terutama karena ia telah mencetak tujuh gol di Liga Champions sejak awal tahun, termasuk dua gol penting di perempat final kontra Bayern Muenchen. Namun, Inzaghi menegaskan tak akan memaksakan pemain yang tidak dalam kondisi 100 persen.
“Tidak mungkin pemain yang tidak fit bisa memberi kontribusi maksimal, bahkan hanya untuk 25 menit terakhir,” tambahnya.
Sementara itu, Lamine Yamal terus menunjukkan performa luar biasa. Di musim ini saja, pemain berusia 17 tahun itu telah mencatatkan 15 gol dan 24 assist dari 50 penampilan di semua kompetisi.
Di leg pertama, ia bukan hanya mencetak gol indah, tetapi juga dua kali membuat bola membentur tiang gawang, menciptakan mimpi buruk bagi lini belakang Inter.
“Yamal sangat berbahaya saat menguasai bola. Yang paling mengejutkan saya adalah kecepatan berpikirnya. Dalam sepersekian detik setelah menerima bola, dia sudah tahu apa yang harus dilakukan,” puji Inzaghi.
Pertarungan di Giuseppe Meazza ini bukan hanya akan menjadi ajang adu taktik, tetapi juga panggung pembuktian bagi bintang muda seperti Yamal dan para senior seperti Lautaro.
Siapapun yang mampu mengeksekusi strategi dengan lebih baik, berpeluang besar melangkah ke final Liga Champions 2024/2025.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Regulasi U-23 Dihapus, Wonderkid Persija Pede Rebut Tempat di Era Shin Tae-yong
-
Puji Harry Kane, Declan Rice: Ketajamannya di Piala Dunia Tak Terelakkan!
-
Klasemen Sementara Peringkat Ketiga Terbaik Piala Dunia 2026: Belgia Terancam, Portugal Belum Aman
-
Fakta Menarik Norwegia vs Senegal: Dari Rekor Erling Haaland hingga Sejarah Gol Marcus Pedersen
-
Batal ke Super League? Gelandang Keturunan Maluku Lebih Dekat ke Kasta Teratas Belgia
-
Ketajaman Erling Haaland Menghancurkan Senegal Sekaligus Mengukir Rekor Piala Dunia 2026
-
Aljazair Comeback Kalahkan Yordania 2-1 dan Jaga Asa Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Pratama Arhan ke Persija Jakarta Susul STY?
-
Rekor Gila Kylian Mbapp Warnai Pesta Gol Prancis Saat Bantai Irak 3-0 di Piala Dunia 2026
-
Kata-kata Mengejutkan Lionel Messi Cetak Gol Terbanyak Piala Dunia, Meski Gagal Cetak Penalti