Suara.com - Pekan ke-34 BRI Liga 1 2024/2025 tidak hanya menjadi ajang penentuaan degradasi, tetapi juga tim-tim yang memperebutkan tiket tampil di kompetisi Asia pada musim depan.
Tercatat, ada tiga tim yang masih memiliki kesempatan untuk tampil di kompetisi Asia musim depan adalah Dewa United, Malut United, dan Persebaya Surabaya.
Peringkat kedua klasemen sementara BRI Liga 1 yakni Dewa United kini telah mengumpulkan 58 poin dari 33 pertandingan dan membutuhkan dua poin dari satu laga tersisa untuk menyegel satu tempat di kompetisi Asia musim depan.
Dewa United membutuhkan kemenangan memastikan diri berlaga di kompetisi Asia tanpa memikirkan hasil yang didapatkan oleh Malut United dan Persebaya Surabaya.
Selanjutnya peringkat ketiga Malut United kini telah memiliki 56 poin dari 33 pertandingan dan diwajibkan meraih kemenangan pada laga tersisa, sambil berharap Dewa United menelan kekalahan.
Sementara itu, peringkat keempat Persebaya Surabaya telah memiliki 56 poin dari 33 pertandingan dan harus mengamankan kemenangan, sembari berharap Dewa United dan Malut United mendapatkan kekalahan.
Selanjutnya pada pekan ke-34 Liga 1 Indonesia, Dewa United dijadwalkan akan menjamu PSBS Biak, Malut United bertandang ke markas Persija Jakarta, sedangkan Persebaya Surabaya menghadapi Bali United. Ketiga pertandingan tersebut akan dilangsungkan serentak pada Jumat (23/4) pukul 19.00 WIB.
Ketiga tim tentu memiliki ambisi untuk tampil di kompetisi Asia musim depan, mendampingi Persib Bandung yang sudah memastikan diri terlebih dahulu dengan status juara Liga 1 Indonesia 2024/25.
Berikut jadwal pertandingan tersisa dari tim-tim yang masih berpeluang tampil di kompetisi Asia musim depan:
Baca Juga: Jadwal Penentuan Degradasi BRI Liga 1: Semen Padang, PSS Sleman, dan Barito Putera Main Serentak
1. Dewa United
(23/5) vs PSBS Biak (K) 19.00 WIB
2. Malut United
(23/5) vs Persija Jakarta (T) 19.00 WIB
3. Persebaya Surabaya
(23/5) vs Bali United (K) 19.00 WIB.
Itulah gambaran sengitnya persaingan di pekan terakhir BRI Liga 1 2024/2025 dalam memperebutkan tiket kompetisi Asia. Dengan hanya satu pertandingan tersisa, setiap poin sangat berarti bagi ketiga tim yang masih berpeluang, Dewa United, Malut United, dan Persebaya Surabaya.
Masing-masing tim memiliki skenario dan tantangan tersendiri.
Dewa United, yang unggul secara perolehan poin, memiliki peluang terbesar. Jika mereka menang atas PSBS Biak, maka otomatis mereka akan mengamankan satu tempat di kompetisi Asia, tanpa bergantung pada hasil laga tim lain.
Bahkan hasil imbang sudah cukup bagi mereka, asalkan Malut United dan Persebaya tidak menang dengan selisih gol besar.
Malut United menghadapi tantangan berat karena harus bermain tandang melawan Persija Jakarta. Kemenangan adalah harga mati, namun mereka juga perlu berharap Dewa United tergelincir agar bisa naik ke posisi dua.
Persebaya Surabaya, yang menghadapi Bali United, juga harus meraih kemenangan dan berharap dua pesaingnya sama-sama kalah. Dengan kondisi ini, Persebaya berada dalam posisi paling sulit, namun segala kemungkinan masih terbuka di sepak bola.
Pertandingan serentak pada Jumat, 23 Mei 2025 pukul 19.00 WIB ini dipastikan akan menjadi tontonan yang menarik dan penuh ketegangan bagi para pecinta sepak bola Tanah Air.
Semua mata akan tertuju pada laga-laga tersebut untuk mengetahui siapa yang akan menyusul Persib Bandung sebagai wakil Indonesia di kompetisi Asia musim depan.
Apakah Dewa United mampu mengunci tiket Asia? Ataukah Malut United atau Persebaya akan membuat kejutan di detik akhir? Mari kita nantikan hasilnya bersama.
(Antara)
Berita Terkait
-
Jadwal Penentuan Degradasi BRI Liga 1: Semen Padang, PSS Sleman, dan Barito Putera Main Serentak
-
Berbalas Penalti, Persebaya Tak Mampu Jaga Kemenangan di Kandang Borneo FC
-
Klasemen BRI Liga 1 Pekan ke-33: Persis Solo dan Madura United Selamat dari Degradasi
-
Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia, Yakob Sayuri Ucap Kalimat Menyentuh
-
Hasil BRI Liga 1: Semen Padang Imbang, Dua Degradasi Ditentukan di Pekan Terakhir!
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Manchester City Terancam Dikurangi 60 Poin Buntut 115 Dakwaan Finansial Premier League
-
Legenda Chelsea Terseret Sengketa Properti, Dilarang Gunakan Teras Rumah Rp60 Miliar
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Federico Dimarco Ingin Inter Milan Cetak Gol Cepat Lawan Bodo/Glimt
-
Juventus Tertinggal 2-5, Masih Bisa Comeback? Ini Hitung-hitungan Realistisnya!
-
TVRI Modernisasi Sistem Penyiaran Sambut Piala Dunia 2026
-
Inter Milan Optimistis Balikkan Keadaan Kontra Bodo/Glimt di San Siro
-
Bernardo Tavares Fokus Benahi Bola Mati Jelang Persebaya Hadapi PSM Makassar
-
Terlalu Tangguh, Timnas Futsal Putri Indonesia Tumbang 0-3 dari Thailand di Laga Perdana
-
Benjamin Sesko Mulai Gacor, tapi Maaf Belum akan Jadi Pilihan Utama