Suara.com - Sejumlah pemain Timnas Indonesia menutup musim kompetisi 2024-2025 dengan menelan pil pahit degradasi ke kasta kedua.
Musim kompetisi 2024-2025 di beberapa negara sudah berakhir, nasib kurang beruntung dialami pemain Timnas Indonesia.
Sejumlah pemain Timnas Indonesia terpaksa harus menelan pahitnya pil degradasi ke kasta kedua masing-masing liga.
Hal itu tak bisa dihindari setelah mereka gagal membawa klub yang dibela bertahan di kasta teratas kompetisi.
Tak ada lagi jalan yang bisa ditempuh untuk menyelamatkan posisi mereka di tabel klasemen akhir.
Hanya bisa pasrah dan menanti keajaiban di musim selanjutnya, hal ini dialami pemain lokal dan luar negeri skuad Garuda.
Cukup disayangkan sebenarnya jika pemain berlabel tim nasional justru harus turun kasta di liga.
Namun apa daya yang bisa dilakukan, mereka hanya mampu untuk berjuang mencari posisi terbaik.
Lantas siapa saja para pemain yang mengalami degradasi di musim kompetisi tahun ini? berikut di antaranya.
Baca Juga: Sugeng Rawuh Cak! Pemain Keturunan Surabaya Gabung Klub Ragnar Oratmangoen
1. Thom Haye
Hasil imbang melawan AZ Alkmaar tak membuat perubahan pada posisi Almere City di dasar klasemen Eredivisie 2024-2025.
Thom Haye dkk dipastikan degradasi ke kasta kedua setelah hanya mengoleksi 22 poin dari 34 pertandingan.
Gelandang Timnas Indonesia pun dipastikan degradasi ke kasta kedua, meski belum diketahui apakah ia akan bertahan di Almere atau tidak.
2. Hokky Caraka
Hokky Caraka pemain muda andalan Timnas Indonesia juga harus mengalami nasib buruk usai PSS Sleman degradasi.
PSS Sleman berakhir sebagai tim peringkat ke-16 klasemen akhir Liga 1 2024/2025, mengoleksi 34 poin.
Cukup disayangkan melihat bagaimana PSS Sleman berakhir di Liga 1 2025 bersama Hokky Caraka.
3. Jay Idzes
Kapten Timnas Indonesia Jay Idzes masih terancam terdegradasi ke Serie B musim depan.
Venezia duduk di peringkat ke-19 klasemen dengan mengoleksi 29 poin, tetapi masih menyisakan satu laga terakhir.
Pertandingan melawan Juventus jadi penentu degradasi tidaknya Venezia di musim ini.
Bukan hanya kemenangan atas Juventus, tetapi juga berharap Lecce dan Empoli menelan kekalahan.
Itulah deretan pemain Timnas Indonesia yang harus merasakan pahitnya degradasi di musim kompetisi 2024–2025. Nasib mereka tentu menjadi perhatian publik sepak bola tanah air, mengingat status mereka sebagai tulang punggung skuad Garuda.
Meski begitu, momen-momen sulit seperti ini bisa menjadi titik balik bagi mereka untuk bangkit dan membuktikan kualitas, baik dengan membawa klub kembali promosi ataupun mencari tantangan baru di level yang lebih tinggi.
Degradasi bukan akhir dari segalanya. Justru ini menjadi ujian mental bagi para pemain. Apakah mereka memilih bertahan dan membantu klub bangkit, atau mengejar peluang baru demi menjaga performa di level tertinggi.
Namun, turunnya performa atau bermain di kasta kedua bisa memengaruhi kebugaran dan jam terbang pemain. Ini menjadi PR besar bagi pelatih Timnas Indonesia dalam menyeleksi skuad terbaik untuk laga-laga internasional ke depan.
Publik masih menaruh harapan besar pada Thom Haye, Hokky Caraka, Jay Idzes, dan pemain lainnya untuk tetap bersinar. Perjalanan mereka belum berakhir, musim baru selalu membuka lembaran baru.
Mari kita doakan semoga musim depan para punggawa Garuda bisa kembali menunjukkan performa terbaik, di level klub maupun bersama Timnas Indonesia.
Kontributor: Eko
Berita Terkait
-
Sugeng Rawuh Cak! Pemain Keturunan Surabaya Gabung Klub Ragnar Oratmangoen
-
Lengkap! Ini Daftar Peserta Liga 2 2025/2026 dan Format Baru Kompetisi
-
Pelatih Oxford United Bimbang Tentukan Masa Depan Marselino Ferdinan
-
Menghitung Market Value Timnas Jepang yang Disiapkan untuk Lawan Timnas Indonesia, Banyak Debutan
-
Dampingi Venezia FC Sebelum Gabung Timnas Indonesia, Sikap Pemimpin Jay Idzes Tuai Pujian
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Petinggi MU Dijatuhi Hukuman Usai Sebut Wasit FIFA Dipakai Mafia
-
Carlos Parreira Akui Kekuatan Persib Bandung, Tegaskan Madura United Tak Gentar
-
5 Kandidat Pemain Pria Terbaik di PSSI Awards 2026
-
PSSI Teledor! AFC Jatuhkan Denda Rp25 Juta Usai Timnas Indonesia U-23 Berlaga
-
Profil Anthony Lopes, Kiper FC Nantes yang Pura-pura Cedera Demi Rekan Setimnya Berbuka Puasa
-
Ole Romeny Masih Seret Gol, Pilihan Pertama Sebagai Timnas Indonesia Terancam
-
Siapa yang Bakal Jadi Pesepak Bola Pria Terbaik versi PSSI, Ini Kandidatnya
-
Sidang CAS Digelar Hari Ini, Malaysia Terancam Gagal Susul Timnas Indonesia ke Piala Asia 2027
-
Pernah Menang, Victor Osimhen Justru Takut Bertemu Liverpool di 16 Besar Liga Champions
-
JadI Korban Rasis, Benarkah Vinicius Jr Punya Nenek Moyang dari Afrika?