PSS Sleman berakhir sebagai tim peringkat ke-16 klasemen akhir Liga 1 2024/2025, mengoleksi 34 poin.
Cukup disayangkan melihat bagaimana PSS Sleman berakhir di Liga 1 2025 bersama Hokky Caraka.
3. Jay Idzes
Kapten Timnas Indonesia Jay Idzes masih terancam terdegradasi ke Serie B musim depan.
Venezia duduk di peringkat ke-19 klasemen dengan mengoleksi 29 poin, tetapi masih menyisakan satu laga terakhir.
Pertandingan melawan Juventus jadi penentu degradasi tidaknya Venezia di musim ini.
Bukan hanya kemenangan atas Juventus, tetapi juga berharap Lecce dan Empoli menelan kekalahan.
Itulah deretan pemain Timnas Indonesia yang harus merasakan pahitnya degradasi di musim kompetisi 2024–2025. Nasib mereka tentu menjadi perhatian publik sepak bola tanah air, mengingat status mereka sebagai tulang punggung skuad Garuda.
Meski begitu, momen-momen sulit seperti ini bisa menjadi titik balik bagi mereka untuk bangkit dan membuktikan kualitas, baik dengan membawa klub kembali promosi ataupun mencari tantangan baru di level yang lebih tinggi.
Baca Juga: Sugeng Rawuh Cak! Pemain Keturunan Surabaya Gabung Klub Ragnar Oratmangoen
Degradasi bukan akhir dari segalanya. Justru ini menjadi ujian mental bagi para pemain. Apakah mereka memilih bertahan dan membantu klub bangkit, atau mengejar peluang baru demi menjaga performa di level tertinggi.
Namun, turunnya performa atau bermain di kasta kedua bisa memengaruhi kebugaran dan jam terbang pemain. Ini menjadi PR besar bagi pelatih Timnas Indonesia dalam menyeleksi skuad terbaik untuk laga-laga internasional ke depan.
Publik masih menaruh harapan besar pada Thom Haye, Hokky Caraka, Jay Idzes, dan pemain lainnya untuk tetap bersinar. Perjalanan mereka belum berakhir, musim baru selalu membuka lembaran baru.
Mari kita doakan semoga musim depan para punggawa Garuda bisa kembali menunjukkan performa terbaik, di level klub maupun bersama Timnas Indonesia.
Kontributor: Eko
Berita Terkait
-
Sugeng Rawuh Cak! Pemain Keturunan Surabaya Gabung Klub Ragnar Oratmangoen
-
Lengkap! Ini Daftar Peserta Liga 2 2025/2026 dan Format Baru Kompetisi
-
Pelatih Oxford United Bimbang Tentukan Masa Depan Marselino Ferdinan
-
Menghitung Market Value Timnas Jepang yang Disiapkan untuk Lawan Timnas Indonesia, Banyak Debutan
-
Dampingi Venezia FC Sebelum Gabung Timnas Indonesia, Sikap Pemimpin Jay Idzes Tuai Pujian
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Kalah dari Dewa United, Hendri Susilo: Pemain Tidak Patuh
-
Kecewa Kalah dari Persib Bandung, Johnny Jansen: Bali United Seharusnya Menang
-
Inter Milan Menang Dramatis 4-3 atas Como, Kian Dekat ke Scudetto
-
Marie-Louise Eta Ukir Sejarah, Jadi Pelatih Perempuan Pertama di Bundesliga
-
Roberto De Zerbi Tekankan Mentalitas Positif untuk Selamatkan Tottenham dari Degradasi
-
Lille Pesta Gol 4-0 atas Toulouse, Calvin Verdonk Tampil 14 Menit
-
Napoli Ditahan Parma 1-1, Gagal Pangkas Jarak dari Inter Milan
-
Manchester City Hajar Chelsea 3-0 di Stamford Bridge, Pepet Arsenal di Klasemen
-
Sempat Stres Soal Paspoortgate, Dean James Tegaskan Komitmennya untuk Timnas Indonesia
-
Mikel Arteta: Rasanya Seperti Pukulan Telak di Wajah