Suara.com - Fenomena unik dialami Rafael Struick pemain langganan Timnas Indonesia, justru dibuang oleh timnya saat ini Brisbane Roar.
Seperti kita ketahui, Rafael Struick nyaris tidak pernah melewatkan pemanggilan Timnas Indonesia, meski penampilan di klub sedang tidak baik-baik saja.
Bahkan, ketika saat ini Timnas Indonesia ditukangi Patrick Kluivert masih percaya memakai jasa mantan pemain ADO Den Haag itu.
Rafael Struick sudah jadi langganan Timnas Indonesia sejak masih ditukangi Shin Tae-yong.
Baru-baru ini, namanya juga masuk dalam list persiapan menatap laga lanjutan Grup C ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Timnas Indonesia akan berhadapan dengan China dalam laga yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta pada 5 Juni.
Kemudian pada 10 Juni alias lima hari berikutnya, skuad Garuda akan melakoni partai tandang melawan Jepang.
Disaat pemanggilan tim nasional itu, Rafael Struick malahan dibuang oleh timnya Brisbane Roar.
Tim asal Australia itu memutuskan tidak memperpanjang masa bakti pemain keturunan Indonesia-Belanda tersebut.
Baca Juga: Tergabung di Grup Berat di Piala Dunia U-17, Bagaimana Peluang Indonesia Lolos dari Fase Grup?
Sejak didatangkan Brisbane Roar, Rafael Struick tidak banyak kesempatan tampil meski berhasil mencetak satu gol.
"Pemain depan Indonesia ini tampil 10 kali untuk Brisbane sepanjang kompetisi Isuzu UTE A-League 2024/25 dan mencetak satu gol," tulis pernyataan Brisbane Roar.
"Selama berada di Brisbane, Struick merupakan pemain tetap tim nasional Indonesia, memimpin barisan pertahanan Garuda yang mencapai putaran final kualifikasi Piala Dunia FIFA AFC untuk pertama kalinya dan tetap bersaing untuk lolos ke Piala Dunia FIFA 2026 di Amerika Utara."
Meski sudah resmi dicoret dari tim, Brisbane Roar mengucapkan terima kasih untuk Struick atas kontribusinya selama ini.
"Semua orang di Brisbane Roar mengucapkan terima kasih kepada Rafael atas kontribusinya musim ini dan mendoakan kesuksesannya di masa mendatang." tulis Brisbane Roar.
Keputusan Brisbane Roar melepas Rafael Struick memang mengundang tanda tanya di kalangan pecinta sepak bola nasional, mengingat statusnya yang masih menjadi andalan di timnas.
Namun, beberapa analis menilai bahwa keterbatasan menit bermain Struick di A-League menjadi alasan utama di balik keputusan tersebut.
Pelatih Brisbane disebut lebih memilih pemain lokal yang lebih konsisten dalam latihan dan bisa menjalankan taktik tim dengan lebih baik.
Meski begitu, masa depan Struick masih cerah karena usia masih muda, terutama dengan statusnya sebagai pemain reguler Timnas Indonesia.
Tak sedikit yang meyakini bahwa pemain 21 tahun itu akan segera menemukan klub baru.
Terlebih, jika ia tampil mengesankan di laga kualifikasi melawan China dan Jepang, peluangnya untuk kembali ke liga domestik bisa semakin terbuka lebar.
Bagi Rafael sendiri, pemanggilan ke Timnas bisa menjadi panggung pembuktian sekaligus ajang menunjukkan kualitasnya kepada klub-klub peminat.
Ia masih muda, punya pengalaman internasional, dan telah terbukti mampu tampil di level tinggi meskipun tidak selalu mendapat kepercayaan penuh di level klub.
Kini, publik menantikan ke mana langkah selanjutnya akan membawa Rafael Struick.
Apakah kembali ke Eropa, bertahan di kawasan Asia, atau memulai petualangan baru di Liga 1 Indonesia, semuanya bergantung pada penampilan dan pilihan kariernya dalam beberapa bulan ke depan.
Di sisi lain, keputusan Brisbane Roar melepas Struick bisa menjadi momen refleksi bagi sang pemain untuk mengevaluasi arah kariernya ke depan.
Meski secara statistik belum mencolok di klub, kontribusinya di level internasional tetap tidak bisa dipandang sebelah mata.
Kini, yang dibutuhkan Struick adalah konsistensi, fokus, dan kesiapan mental menghadapi tekanan di tengah sorotan publik.
Dukungan dari penggemar Timnas serta keyakinan dari pelatih nasional diharapkan mampu menjadi motivasi tambahan baginya untuk bangkit dan membuktikan bahwa dirinya masih layak menjadi bagian penting dari masa depan sepak bola Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Sering Terlihat Kesal, Allano Lima Tegaskan Bukan Pemain Tempramen
-
Klub dengan Semboyan Allah-Al-Watan Ini Bidik Juara Liga di 3 Negara Berbeda, Kok Bisa?
-
Pilar Jerman U-17 Ini Ternyata Bisa Bela Timnas Indonesia Tanpa Perlu Naturalisasi
-
Eliano Reijnders Tegaskan Persib Tak Boleh Terpeleset, Ada Persija dan Borneo Menekan
-
Gelandang Serang Arsenal: Kalau Saya Main untuk Timnas Indonesia, Itu Akan Sangat Bagus
-
Gagal Bela Timnas Indonesia, Pemain Berdarah Maluku Ini Antar Atalanta ke 16 Besar Liga Champions
-
Hadapi Madura United, Federico Barba Tegaskan Mentalitas Persib Bandung
-
Ole Romeny Melempem, 3 Mesin Gol Super League Ini Bisa Jadi Solusi Lini Depan Timnas Indonesia
-
Luis Estrella Ungkap Penyebab Hasil Buruk Timnas Futsal Putri Indonesia
-
Emil Audero dan Jay Idzes Saling Roasting Soal Pencapaian Karier