Suara.com - Timnas Indonesia tengah menjalani pemusatan latihan (TC) di Bali sebagai persiapan menghadapi lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Namun, salah satu pemain belakang andalan, Jordi Amat, belum bergabung dalam sesi latihan karena kondisi kesehatan yang kurang mendukung.
Sejak tiba di Bali pada Minggu, 25 Mei 2025, Jordi Amat belum mengikuti sesi latihan bersama rekan-rekannya.
Berdasarkan informasi resmi dari PSSI, pemain kelahiran Spanyol yang kini memperkuat Johor Darul Ta’zim tersebut mengalami radang tenggorokan dalam fase akut.
Kondisinya juga disertai gejala lain seperti batuk ringan dan sakit kepala.
Meski begitu, tim medis telah memberikan penanganan intensif, dan perkembangan kondisi Jordi menunjukkan arah yang positif.
“Jordi kami sarankan beristirahat karena mengalami radang tenggorokan fase akut," kata Alfan Asyhar, dokter Timnas Indonesia dilansir dari Kita Garuda, Rabu (28/5/2025).
"Saat ini kondisinya terus membaik,” jelasnya.
Dijadwalkan, sang pemain akan memulai latihan secara terpisah pada Kamis, 29 Mei 2025, untuk memulihkan kebugaran secara bertahap sebelum bergabung penuh dengan tim utama.
Training camp Timnas Indonesia di Bali ini merupakan bagian dari agenda persiapan menghadapi dua laga penting di Grup C ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Breaking News! Timnas Indonesia Lawan Korsel, Berikut Hasil Drawing Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Pertandingan pertama akan mempertemukan Indonesia dengan China pada 5 Juni 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Lima hari setelahnya, skuad Garuda dijadwalkan melawat ke markas Jepang.
Dengan dua laga tersisa, peluang Timnas Indonesia untuk meraih tiket ke Piala Dunia 2026 masih terbuka, meskipun persaingan di grup sangat ketat.
Saat ini, Indonesia berada di posisi keempat klasemen sementara dengan raihan 9 poin. Jepang memimpin dengan 20 poin dan sudah mengunci satu tempat di Piala Dunia.
Australia yang berada di posisi kedua dengan 13 poin masih mungkin digeser oleh Arab Saudi yang menguntit di peringkat ketiga dengan 10 poin.
Jika Indonesia mampu mengalahkan China dan Jepang, serta berharap hasil negatif dari Australia dan Arab Saudi, maka posisi runner-up grup masih dapat diraih oleh skuad Garuda.
Meski hanya mampu finis di peringkat tiga atau empat, Indonesia tetap berpeluang lolos ke Piala Dunia melalui jalur play-off ronde keempat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Swedia Hancurkan Tunisia 5-1, Awali Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Besar
-
Daftar Top Skor Piala Dunia 2026: Kai Havertz dan Folarin Balogun Pimpin Perburuan Sepatu Emas
-
Selamat Tinggal Ragnar Oratmangoen! Angkat Kaki dari Dender, Pulang ke Eredivisie?
-
Piala Dunia 2026: Alasan Yasin Ayari Tak Selebrasi Saat Cetak Gol di Laga Swedia Vs Tunisia
-
Emerse Fae Puji Mental Pantai Gading Usai Bungkam Ekuador, Kini Bidik Jerman di Piala Dunia 2026
-
Sebut Format Baru Piala Dunia Tak Menarik, Presiden UEFA Aleksander Ceferin 'Diamuk' 13 Negara
-
Hanif Sjahbandi Bagikan Resep Sukses Jadi Pemain Profesional di Future Star Competition 2026
-
Titisan Calvin Verdonk! Timnas Indonesia Bisa Panggil Wonderkid Liga Jerman Tanpa Naturalisasi
-
Media Asing Sebut Skema Gol Republik Ceko di Piala Dunia 2026 Mirip Timnas Indonesia
-
Kemenangan Buyar di Menit Akhir, Respons Frenkie de Jong Usai Belanda Ditahan Jepang