Lifestyle / Komunitas
Kamis, 30 Juli 2026 | 17:47 WIB
ilustrasi foto jasa jastip di Jakarta
Baca 10 detik
  • Penasihat DWP Kementerian UMKM Tina Astari menilai jasa titip memperluas jangkauan penjualan produk lokal.
  • Bazar Glamlocal di Bandung pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2026 menghadirkan lebih dari 150 brand.
  • Pendiri Glamlocal Rizky Azhar menyatakan acara ini bertujuan memperkuat ekosistem UMKM nasional secara berkelanjutan.

Suara.com - Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian UMKM, Tina Astari, menyoroti peran jasa titip atau jastip dalam penjualan produk lokal milik brand UMKM yang dinilai krusial.

Menurut Tina, jastip mampu memperluas jangkauan produk brand lokal, bahkan hingga ke pelosok Indonesia. Apalagi, para jastiper dinilai kreatif dalam memasarkan produk, salah satunya melalui live streaming atau siaran langsung.

"Karena jastiper itu kan bisa menjangkau market di mana pun berada di seluruh Indonesia. Lalu juga mereka bisa saling berbagi ide-ide kreatif seperti juga ada mereka sambil live, jualan online, itu kan salah satu kreativitas yang dilakukan," ujar Tina saat membuka sekaligus menghadiri bazar fesyen dan kuliner Glamlocal Mid Year Sale di Trans Convention Centre, Bandung, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026).

Istri Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, itu juga bercerita dirinya tidak sungkan menggunakan jasa jastiper agar tetap bisa membeli produk lokal ketika berhalangan hadir di bazar atau pameran UMKM.

Tina Astari, Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian UMKM [Suara.com/Dini Afrianti]

"Pernah, sangat sering (ikut jastip). Kadang-kadang kalau saya lagi apa gitu, saya mau beli itu ada live-nya gitu, terus ada bazar di mana, kan suka banyak tuh ya bazar-bazar. Komunitas bazar di mana-mana itu saya, karena nggak bisa ke sana," cerita Tina.

Aktivitas para jastiper juga tampak dalam bazar Glamlocal yang bekerja sama dengan bale by BTN. Bazar tersebut menghadirkan lebih dari 150 brand lokal dari berbagai penjuru Tanah Air yang telah memiliki basis penggemar tersendiri.

Mayoritas brand lokal tersebut belum memiliki toko fisik, tetapi telah dikenal luas di platform e-commerce. Karena itu, ketika mereka hadir dalam bazar fesyen secara luring, para penggemarnya berbondong-bondong berburu produk, termasuk menggunakan jasa jastiper.

Apalagi, harga produk yang ditawarkan dalam bazar ini cenderung lebih murah dibandingkan di toko online e-commerce. Ditambah lagi, sejumlah promo yang diberikan mencapai 70 persen.

Berdasarkan pengamatan Suara.com di lokasi, bazar ini dipadati para jastiper yang mengantre sambil membawa tas besar hingga koper untuk mengangkut barang dalam jumlah banyak.

Baca Juga: Ketika Warga Jakarta Memilih Jastip demi Menikmati PRJ Tanpa Harus Datang Langsung

Beberapa di antaranya juga terlihat memotret barang pesanan serta melakukan live streaming di media sosial agar pembeli dapat melihat produk yang dijual di bazar secara langsung.

Founder Glamlocal, Rizky Azhar, mengatakan bazar fesyen yang didominasi produk modest fashion ini tidak sekadar mengejar angka penjualan, tetapi juga berfokus pada penguatan ekosistem UMKM nasional.

Perempuan yang akrab disapa Kiky itu juga mengatakan bahwa khusus penyelenggaraan di Bandung, Glamlocal menghadirkan 80 brand baru yang belum pernah mengikuti bazar tersebut. Karena itu, proses kurasi dilakukan secara ketat.

Rizky Azhar, Founder Glamlocal [Suara.com/Dini Afrianti]

"Jadi memang benar-benar kita memperkenalkan banyak tren baru, brand-brand yang baru jadi rame juga. Banyak juga produk-produknya yang bagus. Terus kita juga banyak melibatkan brand Bandung. Ini kan brand-nya 150. Dari proses kurasi sih cukup menantang, karena yang mendaftar cukup banyak jadi kita juga cukup kewalahan untuk memilih brand yang terbaik," papar Kiky.

Adapun bazar Glamlocal Bandung berlangsung pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2026. Acara dibuka setiap hari mulai pukul 10.00 WIB hingga 22.00 WIB di lantai 3 kompleks Trans Studio Mall Bandung.

Load More