- Penasihat DWP Kementerian UMKM Tina Astari menilai jasa titip memperluas jangkauan penjualan produk lokal.
- Bazar Glamlocal di Bandung pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2026 menghadirkan lebih dari 150 brand.
- Pendiri Glamlocal Rizky Azhar menyatakan acara ini bertujuan memperkuat ekosistem UMKM nasional secara berkelanjutan.
Suara.com - Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian UMKM, Tina Astari, menyoroti peran jasa titip atau jastip dalam penjualan produk lokal milik brand UMKM yang dinilai krusial.
Menurut Tina, jastip mampu memperluas jangkauan produk brand lokal, bahkan hingga ke pelosok Indonesia. Apalagi, para jastiper dinilai kreatif dalam memasarkan produk, salah satunya melalui live streaming atau siaran langsung.
"Karena jastiper itu kan bisa menjangkau market di mana pun berada di seluruh Indonesia. Lalu juga mereka bisa saling berbagi ide-ide kreatif seperti juga ada mereka sambil live, jualan online, itu kan salah satu kreativitas yang dilakukan," ujar Tina saat membuka sekaligus menghadiri bazar fesyen dan kuliner Glamlocal Mid Year Sale di Trans Convention Centre, Bandung, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026).
Istri Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, itu juga bercerita dirinya tidak sungkan menggunakan jasa jastiper agar tetap bisa membeli produk lokal ketika berhalangan hadir di bazar atau pameran UMKM.
"Pernah, sangat sering (ikut jastip). Kadang-kadang kalau saya lagi apa gitu, saya mau beli itu ada live-nya gitu, terus ada bazar di mana, kan suka banyak tuh ya bazar-bazar. Komunitas bazar di mana-mana itu saya, karena nggak bisa ke sana," cerita Tina.
Aktivitas para jastiper juga tampak dalam bazar Glamlocal yang bekerja sama dengan bale by BTN. Bazar tersebut menghadirkan lebih dari 150 brand lokal dari berbagai penjuru Tanah Air yang telah memiliki basis penggemar tersendiri.
Mayoritas brand lokal tersebut belum memiliki toko fisik, tetapi telah dikenal luas di platform e-commerce. Karena itu, ketika mereka hadir dalam bazar fesyen secara luring, para penggemarnya berbondong-bondong berburu produk, termasuk menggunakan jasa jastiper.
Apalagi, harga produk yang ditawarkan dalam bazar ini cenderung lebih murah dibandingkan di toko online e-commerce. Ditambah lagi, sejumlah promo yang diberikan mencapai 70 persen.
Berdasarkan pengamatan Suara.com di lokasi, bazar ini dipadati para jastiper yang mengantre sambil membawa tas besar hingga koper untuk mengangkut barang dalam jumlah banyak.
Baca Juga: Ketika Warga Jakarta Memilih Jastip demi Menikmati PRJ Tanpa Harus Datang Langsung
Beberapa di antaranya juga terlihat memotret barang pesanan serta melakukan live streaming di media sosial agar pembeli dapat melihat produk yang dijual di bazar secara langsung.
Founder Glamlocal, Rizky Azhar, mengatakan bazar fesyen yang didominasi produk modest fashion ini tidak sekadar mengejar angka penjualan, tetapi juga berfokus pada penguatan ekosistem UMKM nasional.
Perempuan yang akrab disapa Kiky itu juga mengatakan bahwa khusus penyelenggaraan di Bandung, Glamlocal menghadirkan 80 brand baru yang belum pernah mengikuti bazar tersebut. Karena itu, proses kurasi dilakukan secara ketat.
"Jadi memang benar-benar kita memperkenalkan banyak tren baru, brand-brand yang baru jadi rame juga. Banyak juga produk-produknya yang bagus. Terus kita juga banyak melibatkan brand Bandung. Ini kan brand-nya 150. Dari proses kurasi sih cukup menantang, karena yang mendaftar cukup banyak jadi kita juga cukup kewalahan untuk memilih brand yang terbaik," papar Kiky.
Adapun bazar Glamlocal Bandung berlangsung pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2026. Acara dibuka setiap hari mulai pukul 10.00 WIB hingga 22.00 WIB di lantai 3 kompleks Trans Studio Mall Bandung.
Berita Terkait
-
Ketika Warga Jakarta Memilih Jastip demi Menikmati PRJ Tanpa Harus Datang Langsung
-
Perusahaan Logistik Gali Cuan Bisnis Jastip di Ajang PRJ
-
Nggak Perlu Jastip, Produk Makanan Thailand Kini Bisa Didapat Lebih Mudah di Indonesia
-
Pengelola Planetarium Peringatkan Bahaya Jastip Tiket, Data Pribadi Terancam dan Tiket Bisa Batal
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Target Indonesia Bebas Sampah 2027, Prabowo Perintahkan ASN dan BUMN Kerja Bakti Tiap Hari
-
Ulasan Novel Testimony of N: Ketika Kebohongan Menjadi Bentuk Perlindungan
-
Putusan MK soal Anggaran MBG Dinilai Masih Sisakan Celah hingga 2027
-
Bocah SD Diduga Jadi Korban Penganiayaan, Kini Jalani Operasi, Polisi Selidiki Kasusnya
-
Berapa Banyak Warga Sulsel Nikmati Program MBG? Ini Data Kementerian Keuangan
-
Usai Perry Warjiyo Mundur, Prabowo: Kita Harus Jadi Satu Tim yang Mendukung!
-
PN Jaksel Tolak Praperadilan Lodewyk Pusung, Status Tersangka Korupsi MBG Tetap Sah
-
Jatim Media Summit 2026: Ancaman Siber Mengintai Media dan Kreator, Keamanan Digital Jadi Keharusan
-
Mentan Luruskan Klaim Presiden Prabowo soal Penggilingan Padi Untung Rp2 Triliun per Bulan
-
Sudah 26 Tahun Tak Berubah, Mendagri Beri Lampu Hijau Revisi Aturan Gaji Kepala Daerah