Suara.com - Masa depan bek Timnas Indonesia, Mees Hilgers di FC Twente suram. Besar kemungkinan Mees Hilgers akan hengkang di bursa transfer musim panas ini.
Pihak FC Twente melalui dirtek Jan Streuer memberikan kode bahwa besar kemungkinan Mees Hilgers akan hengkang dari klub berjuluk De Tukkers tersebut.
Kontrak Mees Hilger sendiri di FC Twente akan berakhir di musim depan. Namun tampaknya pihak klub enggan untuk memperpanjang kontrak dan berikan lampu hijau untuk Hilgers hengkang.
Menurut Jan Streuer, ia tahu bahwa Mees Hilgers sudah beberapa kali tunjukkan keinginan untuk pindah dari FC Twente.
"Ia bisa melakukan itu sekarang," kata Streuer seperti dilansir Suara.com dari Voetbal International, Jumat (13/6).
Dilanjutkan Streuer, pihaknya saat ini masih menunggu dan melihat perkembangan ke depan soal klub yang menginginkan Mees Hilgers.
"Kita harus menunggu dan melihat apakah sesuatu akan terjadi, tetapi kita harus bersiap dengan kenyataan yakni membeli pemain baru jika Hilgers hengkang,"
"Tapi kami berasumsi bahwa ia (Mees Hilgers) akan hengkang," tegas Jan Streuer.
Penampilan Buruk Mees Hilgers
Baca Juga: Update Ranking FIFA Negara ASEAN: Timnas Indonesia Turun, Malaysia Melejit
Sebelum membela Timnas Indonesia di babak kualifikasi Piala Dunia 2025, perfomance Mees Hilgers sudah panen kritikan.
Mees Hilgers mendapatkan kritik tajam dari pundit dan jurnalis sepak bola Belanda pasca kekalahan FC Twente dari Ajax.
Salah satu jurnalis Belanda, Tijmen van Wissing menyoroti permainan Mees Hilgers yang dianggapnya ceroboh hingga membuat gawang FC Twente kebobolan dua gol.
"Saya sangat kecewa dengan FC Twente. Mees Hilgers kataku, wow," kata Van Wissing.
"Wow untuk pemain satu itu. Saya melihatnya beberapa kali dalam tayangan ulang. Pelanggaran bodoh, kehilangan bola karena ceroboh di wilayah sendiri," sambung van Wissing.
Menurut van Wissing, kesalahan yang dilakukan oleh Mees Hilgers bukan kali pertama. Bek Timnas Indonesia katanya kerap melakukan kesalahan yang sama.
Berita Terkait
-
Update Ranking FIFA Negara ASEAN: Timnas Indonesia Turun, Malaysia Melejit
-
Joey Pelupessy Bukan Cadangan Usai Timnas Indonesia Batal Naturalisasi Pemain Rp31,29 Miliar
-
3 Kelemahan Timnas Indonesia yang Perlu Diperbaiki sebelum Bertarung di Round 4
-
4 Calon Lawan Timnas Indonesia di Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia
-
Statistik 4 Laga Patrick Kluivert Bersama Timnas Indonesia, Apa yang Harus Dievaluasi?
Terpopuler
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement
-
Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok
-
PDIP Minta Kenaikan Gaji Kepala Daerah Ditunda, Ini Alasannya
-
1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa
-
3 Fakta Kontroversi Wasit Oman Khalfan Al Amouri Laga Singapura vs Indonesia
-
Rotasi Pasmar 1: Kolonel Sri Utomo Pimpin Brigif 1, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti
-
Usai Diperiksa 7 Jam, Febrie Adriansyah Bungkam soal Kasus Emas 74 Kilogram
-
Suzuki XL7 Tampil Perkasa di GIIAS 2026
-
Profil Wasit VAR Pansa Chaisanit yang Batalkan Kartu Merah Song Ui-young Laga Indonesia vs Singapura
-
UGM Nonaktifkan Elda Putri dari PPDS 3 Bulan Imbas Komentar Merendahkan Pasien BPJS