Meski Harta Ludes Terbakar, Warga Kebayoran Lama Memilih Bertahan demi Menjemput Rezeki

Rabu, 23 September 2026 | 14:00 WIB
Musibah kebakaran melanda permukiman padat penduduk di kawasan RT 05 dan RT 06 Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan, pada Selasa (22/9/2026) malam sekitar pukul 20.15 WIB. (Suara.com/Adiyoga)
BACA 10 DETIK
  • Kebakaran melanda permukiman padat Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan, pada Selasa (22/9/2026) malam.
  • Sebanyak 22 unit rumah rata dengan tanah dan berdampak pada puluhan kepala keluarga setempat.
  • Sudin Sosial Jakarta Selatan telah menyalurkan bantuan makanan dan kebutuhan harian ke posko darurat.

Suara.com - Musibah kebakaran melanda permukiman padat penduduk di kawasan RT 05 dan RT 06 Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan, pada Selasa (22/9/2026) malam sekitar pukul 20.15 WIB.

Peristiwa tersebut meratakan 22 unit rumah dan berdampak langsung pada kehidupan 50 kepala keluarga atau 89 jiwa di RT 06.

Kendati kehilangan tempat berteduh, para penyintas musibah yang mayoritas bekerja sebagai pedagang kecil berharap tempat tinggal mereka diperbaiki ketimbang harus direlokasi.

Ketua RT 06, Santoso, menerangkan bahwa denyut nadi perekonomian warga sangat bergantung pada lokasi yang berdekatan dengan Pasar Inpres Kebayoran Lama.

“Warga itu melangsungkan hidup dengan berjualan, termasuk saya juga, saya jual pecel ayam, pecel lele,“ ungkapnya, Rabu (23/9/2026).

Keinginan warga untuk tetap bertahan di permukiman berpaut erat dengan upaya menjaga mata pencaharian yang telah mereka rintis.

“Kelangsungan hidup saya di situ. Rezeki saya di situ. Belum tentu kalau pindah ke tempat lain rezeki kami. Jadi, hajat hidupnya warga saya ada di situ,“ kata Santoso.

Wacana pemindahan para penyintas kebakaran ke hunian bertingkat seperti rumah susun pun belum diutarakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Kebakaran melanda permukiman padat penduduk di kawasan RT 05 dan RT 06 Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan, pada Selasa (22/9/2026) malam sekitar pukul 20.15 WIB. (Suara.com/Adiyoga)

“Jadi, sekiranya kalau Pemda DKI atau para donatur yang mau membantu merenovasi atau istilahnya memperbaiki rumah kami, kami sangat berterima kasih,“ kata Santoso lagi.

Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan sendiri sudah bergerak cepat menyalurkan bantuan makanan dan kebutuhan harian sejak pagi tadi ke posko darurat.

“Sejak terjadinya kebakaran semalam, kami sudah berkoordinasi bersama semua unsur terkait penyaluran bantuan, dan pagi tadi semuanya sudah kita salurkan ke posko pengungsian,“ jelas Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Bernard Tambunan.

Bantuan konsumsi dan perlengkapan harian tersebut menjadi penopang sementara bagi sekitar 180 jiwa dari dua RT yang kini kehilangan tempat berteduh.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com