Suara.com - Klub Italia, Palermo dikabarkan ingin ingin memakai jasa penjaga gawang timnas Indonesia lagi yaitu Emil Audero Mulyadi.
Palermo bukan klub yang asing lagi bagi Emil Audero karena musim 2024/2025 ia memang membela klub tersebut.
Kiper timnas Indonesia tersebut memperkuat Il Rosanero sejak paruh musim usai dipinjam dari Como 1907.
Menurut laporan jurnalis Italia yang bernama Gianluca Di Marzio, tampaknya Palermo sedang mengejar Emil Audero agar bisa menjadi penjaga gawang utama mereka.
Hal ini juga telah mendapatkan restu Filippo Inzaghi yang merupakan pelatih baru Il Rosanero.
Direktur olahraga Palermo yang sudah mengenal kiper kelahiran Mataram itu juga menempatkan Emil Audero di daftar teratas.
“Penjaga gawang berdarah Italia-Indonesia ini berada di urutan teratas dalam daftar incaran direktur olahraga Carlo Osti, yang sudah mengenalnya sejak masa mereka di Sampdoria dan sangat menginginkannya di Palermo,” tulis Tutto Mercato.
“Dengan resmi bergabungnya Filippo Inzaghi sebagai pelatih, bursa transfer mulai bergerak aktif dan posisi kiper menjadi prioritas utama,” terangnya.
Adapun Palermo sudah mulai mengambil langkah untuk berkomunikasi dengan Como.
Baca Juga: Dirumorkan ke Klub Liga 1, Rafael Struick Justru Balik ke Den Haag
Di sisi lain, klub yang dimiliki orang Indonesia tersebut berniat mengambil untung.
"Palermo sudah membuka komunikasi dengan Como yang bersedia melepas Audero, tapi tidak ingin menerima opsi pinjaman gratis lagi," tulis laporan media Italia itu.
"Klub asal Lombardia itu ingin mendapatkan keuntungan finansial dan hanya terbuka untuk opsi seperti pembelian permanan atau pinjaman berbayar serta kewajiban membeli," jelasnya.
Tentu Palermo bakal berjuang untuk mendapatkan kiper berusia 28 tahun tersebut.
Sebab, di Serie B Italia musim 2024/2025, kehadiran Emil Audero memberikan peran penting di sektor penjaga gawang.
Emil Audero tampil sebanyak 14 pertandingan di Serie B Italia musim lalu dengan jumlah kebobolan 20 gol serta nirbobol tiga kali.
Berita Terkait
-
Nama Belakangnya Jawa, Mainnya Eropa: Akankah Kasanwirjo Jadi Pilar Timnas?
-
Tiru Langkah Timnas Indonesia, Vietnam Proses Naturalisasi Pemain Burnley
-
Blak-blakan Media Wales: Nathan Tjoe-A-On Pemain Gagal!
-
Lawan Timnas Indonesia U-23, Pelatih Malaysia: Hanya Gunakan Pemain Lokal
-
Perbandingan Nasib Jim Croque dan Rafael Struick, Buktikan Mampu Bangkit dari Kegagalan
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan