Suara.com - Setelah diabaikan Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, juru taktik tim nasional U-23, Gerald Vanenburg menerima Zulkifli Syukur sebagai asisten karena kualitas.
Sebagai informasi, Zulkifli Syukur sebelumnya sempat digadang-gadang bakal menjadi asisten Patrick Kluivert di tim senior, namun gagal.
Tidak dijelaskan alasan detailnya, namun Zulkifli bersama beberapa nama pelatih lokal sempat melakukan seleksi, tetapi tidak terpilih.
Lama tidak terdengar, Zulkifli Syukur kini muncul di barisan tim kepelatihan Timnas Indonesia U-23 besutan Gerald Vanenburg.
Diakui oleh Gerald Vanenburg, Zulkifli Syukur memiliki kemampuan sehingga ia mau mengajaknya untuk membantu membenahi Timnas Indonesia U-23.
"Karena menurut saya dia punya banyak kualitas," kata Gerald Vanenburg di Stadion Madya, Jakarta, Senin (23/6/2025).
Lebih dari itu, juru formasi asal Belanda tersebut memuji Zulkifli Syukur sebagai pribadi yang baik. Oleh karena itu, ia merasa cocok dengan mantan pelatih Persela Lamongan tersebut.
"Saya berbicara dengannya dan saya pikir dia orang yang sangat baik," puji Gerald Vanenburg.
"Saya sangat senang dengan Zulkifli Syukur dan saya pikir itu alasan saya memilihnya dan saya pikir, sejujurnya, saya pikir dia punya banyak kualitas," tandasnya.
Baca Juga: Netizen Sampai Takut, Ini Unggahan Terakhir Kevin Diks Sebelum Terjebak di Qatar
Dipilih Langsung Gerald Vanenburg
Manajer Timnas Indonesia U-23 Ahmed Zaki Iskandar mengatakan bahwa Zulkifli Syukur dipilih langsung oleh pelatih Gerald Vanenburg.
Zulkifli Syukur terpilih menurutnya sesuai dengan hasil seleksi yang dilakukan oleh Badan Tim Nasional (BTN).
Menurut Zaki, sosok yang sebelumnya menukangi Persela Lamongan di Liga 2 2024/2025 itu dipilih langsung oleh Gerald Vanenburg setelah disodorkan sejumlah beberapa nama dari BTN.
"Oh Coach Zulkifli, ini memang juga dipilih oleh Coach Gerald untuk mendampingi," kata Zaki saat ditemui di Stadion Madya, Jakarta, Senin (23/6/2025).
"Hasil dari seleksi dari BTN kemudian diberikan beberapa nama ke Coach Gerald dan salah satunya adalah Coach Zulkifli yang kemudian terpilih menjadi asisten Coach," sambungnya.
Namun, bukan cuma Zulkifli saja asisten pelatih lokal yang kelihatan, tetapi ada juga Muhammad Alimudin, Valdano, dan Matias Ibo.
Muhammad Alimudin merupakan pelatih fisik, Valdano sebagai analis, dan Matias Ibo bertugas untuk fisioterapi.
Bagi Zaki kehadiran Zulkifli Syukur Cs sangat berguna untuk masa depan sepak bola Indonesia.
"Ini baik sekali agar nanti alih pengetahuan, kemudian juga alih pengalaman, mudah-mudahan bisa menjadi pengalaman yang penting bagi Coach Zulkifli," tutupnya.
Timnas Indonesia U-23 sedang dipersiapkan untuk menatap Piala AFF U-23 2025 di Jakarta dan Bekasi.
Venua yang dipilih PSSI adalah Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta dan Patriot Candrabhaga Bekasi.
Kejuaraan ini berlangsung mulai 15 sampai dengan 29 Juli 2025.
Timnas Indonesia berada di Grup A bersama Brunei Darussalam, Malaysia, dan Filipina.
PSSI bebankan target supaya Timnas Indonesia U-23 menjadi juara, sehingga persiapan maksimal harus dilakukan.
"Target yang diberikan oleh PSSI, oleh federasi adalah menjuarai Piala AFF U-23 ini, kmudian nanti lanjut lagi dengan persiapan kualifikasi Piala Asia U-23," pungkasnya.
Brunei Darussalam akan menjadi lawan pertama Timnas Indonesia U-23 yang pertandingannya berlangsung pada 15 Juli 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Tiga hari berselang, atau pada 18 Juli, Timnas Indonesia U-23 menjamu Filipina di tempat yang sama.
Terakhir, Garuda Muda akan menantang Malaysia pada 21 Juli di SUGBK. Laga ini bisa berjalan seru karena ada gengsi di dalamnya.
Timnas Indonesia U-23 bisa dikatakan cukup berprestasi di Piala AFF U-23 ini, meski pemegang gelar terbanyak adalah Vietnam.
Skuad Garuda Muda pernah sekali juara, tepatnya pada edisi Piala AFF U-23 2019.
Pada Piala AFF U-23 2019 yang digelar di Kamboja itu, Timnas Indonesia U-23 juara usai mengalahkan Thailand 2-1 di final.
Kala itu, pelatih yang membawa Timnas Indonesia U-23 juara Piala AFF U-23 2019 adalah Indra Sjafri.
Jika melihat lawan yang dihadapi Timnas Indonesia U-23 di Grup A, Malaysia akan jadi penantang terberat, meski Filipina dan Laos tak boleh dianggap remeh.
Nantinya, hanya juara grup dan satu runner up terbaik yang akan lolos ke babak semifinal Piala AFF U-23 2025.
Kejuaraan ini bagus untuk tim asuhan Gerald Vanenburg sebagai pemanasan sebelum terjun di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 pada September mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Pilihan
-
Hasil Uji Coba: Tanpa Ampun, Timnas Indonesia U-17 Dihajar China Tujuh Gol
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
Terkini
-
Hasil Uji Coba: Tanpa Ampun, Timnas Indonesia U-17 Dihajar China Tujuh Gol
-
Drama Final Piala Asia Futsal 2026 dan Penegasan Bahwa Indonesia Ada dalam Peta
-
Jangan Lewatkan! Jadwal Derbi Indonesia di Eredivisie: Maarten Paes vs Justin Hubner
-
Di Mana Maarten Paes? Tak Ada di Susunan Pemain Ajax vs AZ Alkmaar Malam Ini
-
Futsal Meledak di Indonesia! Sejarah yang Jarang Diketahui: Dari Pele hingga Ronny Pattinasarany
-
Profil Lengkap Jean Mota Dirigen Anyar Persija Jakarta: Rekan Messi, Musuh Maarten Paes
-
Hadapi Inter Milan, Fabio Grosso Minta Jay Idzes Cs Jalani Taktik Ini
-
Prediksi Susunan Pemain dan Link Streaming Big Match Liverpool vs Manchester City Malam Ini
-
Juru Kunci Premier League Incar Bek FC Twente Siap Bayar Rp170 Miliar, Mees Hilgers?
-
Publik Asia Geleng-geleng Lihat Timnas Futsal Indonesia: Final Gila, Kalian Tidak Gagal!