Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi yang tiba-tiba ditunjuk oleh Menteri BUMN, Erick Thohir sebagai Komisaris Indepen PT ANgkasa Pura Indonesia (APIA).
Sebagai kita ketahui, Erick Thohir juga menduduki jabatan ketua umum PSSI. Lantas, apa kata Yunus Nusi setelah menerima jabatan tersebut?
Dalam keterangannya kepada awak media, Yunus Nusi mengaku jabatannya sebagai komisaris di Angkasa Putra bisa dimanfaatkan untuk sepak bola Tanah Air.
Kolaborasi dengan Angkasa Pura dan sepak bola Indonesia akan coba ia bangun, terutama dari segi transportasi.
"Kita tahu bersama bahwa sebagian besar aktivitas dan event sepak bola itu tentu menggunakan perjalanan yang begitu besar. Baik itu Timnas, Liga 1, Liga 2, Liga 3," kata Yunus Nusi.
"Kemudian saat ini kita selalu ditunjuk oleh FIFA, AFC, AFF sebagai tuan rumah, event-event berskala internasional. Maka tentu dengan keberadaan saya sebagai Komisaris di Angkasa Pura, semoga ini akan mempermudah pelayanan kita kepada negara-negara yang akan datang ke Indonesia."
"Demikian juga dengan event-event nasional yang ada di sini. Saya tentu akan membangun kolaborasi ini dengan Angkasa Pura," jelasnya.
Pengangkatan Yunus Nusi, bersamaan dengan politikus Partai Demokrat Elly Engelbert Lasut, sebagai Komisaris Angkasa Pura Indonesia, tertuang dalam surat Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-197/MBU/07/2025 dan Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia Nomor KEP.DU.01/08.03.01/04/07/2025, seperti dikutip dari keterbukaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (10/7/2025).
Erick Thohir juga memberhentikan dengan hormat Irfan Wahid dan Ni Luh Enik Ermawati dari posisi komisaris Angkasa Pura Indonesia.
Baca Juga: Profil Yunus Nusi, Sekjen PSSI Kini Jadi Komisaris Angkasa Pura yang Baru
"Saya tahu bahwa tentu teman-teman Liga 1 juga butuh pelayanan yang begitu cepat, karena mereka juga seminggu sekali membutuhkan penerbangan away," tegasnya lagi.
"Pulang lagi ke daerah atau ke stadion asal, demikian juga dengan Timnas. Saat ini ada di Bali, Agustus nanti ada di Medan. Nanti bulan Agustus ada di IKN."
"Bulan September ada di Sidoarjo di Jawa Timur. Ini saya akan agar terjadi kolaborasi yang terbaik," sambung mantan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI itu.
Lebih lanjut, Yunus Nusi memastikan tugasnya mengawasi Angkasa Pura akan tetap dilakukan. Ia mengaku cukup berpengalaman demi kemajuan tim nasional.
"Demi Timnas tentu tugas-tugas profesional saya lainnya sebagai pengawas di Angka Sapura akan saya kerjakan," ucapnya.
"Insyaallah dengan pengalaman saya yang maaf sering berangkat ke luar negeri, sering berkunjung mendampingi Timnas, sering keliling hampir tiap minggu saya berada di satu daerah ke daerah lain di Indonesia."
"Semoga ini akan bisa memberikan kontribusi, saya akan tahu bagaimana pelayanan-pelayanan di Angka Sapura terhadap masyarakat yang ada di Indonesia yang menggunakan fasilitas mandara yang ada di Indonesia," tutupnya.
Sebelum diangkat jadi Komisirasi PT Angkasa Pura, Yunus Nusi sempat maju sebagai calon legislatif di Pemilu 2024.
Hal ini diketahui dari story Instagram Raffi Ahmad yang diunggah oleh akun @hantamfootball. Terlihat Yunus Nusi diusung oleh Partai Golkar dengan nomor urut lima.
Dilansir di laman resmi info pemilu, Yunus Nusi bertarung di Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Timur. Ada delapan nama yang akan bertarung.
Yunus Nusi dikenal sebagai salah satu tokoh sepak bola nasional yang kerap bermanuver di tubuh PSSI. Hal itu wajar karena ia pun juga seorang kader Partai Golkar.
Menariknya, pria lulusan Universitas Widya Gama Samarinda ini juga berkecimpung di olahraga lain yakni Taekwondo.
Yunus Nusi sempat emban tugas sebagai Sekretaris Umum Taekwondo Indonesia Kaltim tahun 2001-2009, juga pengurus KONI Kaltim tahun 2006-2014.
Berita Terkait
-
Jay Idzes Pilih Mana? Sassuolo Ngebet, Lille Mengintai, Venezia Pasrah
-
Timnas Indonesia Jangan Bangga, Ranking FIFA 2 Tim Negara Tetangga Ini Juga Melonjak
-
Profil Yunus Nusi, Sekjen PSSI Kini Jadi Komisaris Angkasa Pura yang Baru
-
Menpora Turun Gunung Dorong PSSI Bikin Liga Putri
-
Perbandingan PSSI Era Edy Rahmayadi vs Erick Thohir: Dulu Gelar Liga Putri, Kini Fokus Naturalisasi
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Sidang CAS Digelar Hari Ini, Malaysia Terancam Gagal Susul Timnas Indonesia ke Piala Asia 2027
-
Pernah Menang, Victor Osimhen Justru Takut Bertemu Liverpool di 16 Besar Liga Champions
-
JadI Korban Rasis, Benarkah Vinicius Jr Punya Nenek Moyang dari Afrika?
-
Mampukah Calvin Verdonk Bawa Lille Comeback atas Red Star Belgrade?
-
Eks Pelatih Kiper Timnas Indonesia Era STY Gabung ke Tim Zona Merah Super League
-
Tanpa Pembelaan, Pelatih Dortmund Merasa Pantas Tersingkir dari Liga Champions
-
John Herdman Dipuji Pundit Malaysia: Jauh Lebih Visioner Dibanding Patrick Kluivert
-
Luis Enrique Akui PSG Dibuat Menderita Meski Lolos ke 16 Besar Liga Champions
-
Thom Haye Absen Lawan Madura, Persib Siapkan Skenario Alternatif
-
Main di GBLA, Federico Barba Pastikan Persib Bandung Siap Pertahankan Tren Positif