Suara.com - Calon striker Timnas Indonesia, Mauro Zijlstra masuk skuad utama FC Volendam untuk Eredivisie Belanda musim 2025/2026.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, telah memberikan konfirmasi bahwa proses naturalisasi Mauro Zijlstra untuk membela timnas Indonesia sedang berjalan.
Menurut Erick, yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN, langkah ini diambil untuk mengatasi kelemahan di sektor penyerangan, baik di tim senior maupun kelompok umur.
Erick Thohir menjelaskan bahwa rencana awal untuk striker berusia 20 tahun ini adalah untuk memperkuat skuad U-23.
"Mauro kami persiapkan memang untuk kejuaraan U-23 nanti di bulan September," kata Ketum PSSI ini.
Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa pintu menuju tim senior tetap terbuka lebar. Penyerang FC Volendam tersebut bisa menjadi opsi tambahan bagi pelatih Patrick Kluivert, terutama sebagai alternatif bagi Ole Romeny.
"Tapi tidak menutup kemungkinan juga sebagai pelapis untuk Ole Romeny di posisi strikr," sambungnya.
Langkah ini diambil karena lini depan skuad Garuda memang dinilai masih membutuhkan tambahan amunisi agar lebih tajam.
"Yang kami tahu memang salah satu kekurangan tim nasional adalah di sektor depan, itu kenapa waktu itu jika berjibaku membawa Ole," jelas Erick Thohir.
Baca Juga: Media Vietnam: Pelatih Malaysia Menangis Usai Disingkirkan Timnas Indonesia U-23
Erick menekankan bahwa Zijlstra akan dipantau terlebih dahulu di level U-23. Jika ia mampu menunjukkan adaptasi yang baik, promosi ke tim senior adalah sebuah kemungkinan yang sangat nyata.
"Untuk Mauro, kita lihat di usia muda dulu. Kalau memang dia ternyata bisa beradaptasi, bukan tak mungkin juga naik ke tingkat senior," tegasnya.
Bakal menjadi pemain naturalisasi Timnas Indonesia, striker muda ini masuk ke tim utama FC Volendam.
Mauro Zijlastra akan mengenakan nomor punggung 19 di FC Volendam, menyusul tujuh penampilannya bersama tim senior musim lalu.
Menariknya, ia bukan satu-satunya pemain keturunan Indonesia di skuad utama Volendam.
Ada juga bek tengah Luca Blondeau (19 tahun) dan kiper Kayne (21 tahun) yang menjadi bagian dari tim.
Berita Terkait
-
Akal Bulus Pemain Naturalisasi Malaysia, Petinggi AFC Pasang Badan
-
Naturalisasi Baru Pengganti Ole Romeny Belum Tentu Main di Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Marselino Ferdinan Didepak Oxford United? Erick Thohir: Saya Belum Tahu
-
Starting XI Timnas Indonesia: Trisula Mauro Zijlstra-Jonathans-Ole Romeny
-
Kode Keras Erick Thohir! Mauro Zijlstra dan Miliano Jonathans Dinaturalisasi September
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi