Suara.com - Rekrutan anyar tim U-18 Arsenal, Demiane Agustien mengaku bangga jika bisa mengenakkan jersey tim nasional.
Demiane Agustien memiliki garis keturunan Indonesia dari sang ibu.
Ibu Demiane merupakan perempuan berdarah campuran Mesir dan Indonesia yang lahir di Belanda. Nenek dari pihak ibu merupakan kelahiran asli Indonesia.
Sedangkan sang ayah, Kemy Agustien, mantan pemain Timnas Belanda kelompok umur yang juga pernah memperkuat Curacao di level senior saat dilatih Patrick Kluivert.
Menggunakan jersey tim nasional kata Demiane Agustien merupakan satu kebanggaan dan pembuktian sebagai seorang pesepak bola.
Hal itu disampaikan pemain keturunan Indonesia itu saat menerima panggil untuk mengikuti pemusatan latihan tim U-18 Belanda pada Maret lalu.
“Rasanya spesial. Bisa mengenakan jersey timnas adalah bukti bahwa aku termasuk yang terbaik di generasiku. Itu memberi motivasi ekstra,” kata Demiane seperti dikutip dari Voetbal International.
Tak hanya Demiane, sang ayah Kemy pun mengaku sangat senang sampai ia terus meloncat kegirangan begitu tahu sang anak dipanggil ke tim U-18 Belanda.
“Aku sudah beberapa hari ini melompat-lompat kegirangan,” tulisnya. “Rasanya seperti aku sendiri yang akan main lagi.”
Baca Juga: Dipanggil Timnas! Ayah Demiane Agustien Pemain Keturunan Indonesia Loncat Kegirangan
Namun bagi Kemy, yang terpenting bukan hanya soal karier atau prestasi.
“Hubungan kami sangat dekat. Yang paling penting adalah menjadi ayah yang hadir — karena aku sendiri tumbuh tanpa bimbingan ayah. Itu membuatku ingin selalu ada untuk Demiane, dalam dan di luar lapangan.”
Kemy dengan bangga menyebut anaknya sebagai “versi lebih baik dari dirinya sendiri.”
“Dia jauh lebih siap dibanding saya di usia yang sama. Saya tumbuh tanpa bimbingan seorang ayah, apalagi dari seseorang yang paham dunia sepak bola. Sekarang saya ingin membimbingnya, agar ia tidak jatuh di lubang yang dulu pernah saya alami,” ungkap senior Nathan Tjoe-A-On di Swansea itu.
Bimbingan Kemy tak berhenti di taktik saja. Ia juga menekankan pentingnya kerja keras dan dedikasi penuh dalam mengejar mimpi sebagai pesepakbola profesional.
“Kalau saya harus tiba di klub jam 9 pagi, saya biasanya sudah datang jam 7. Saya latihan tambahan di gym atau berlatih shooting,"
"Ayah juga bantu saya soal pola makan — apa yang baik dikonsumsi setelah bertanding, dan apa yang sebaiknya dihindari,” cerita Demiane.
Sebagai mantan pemain yang telah merasakan kerasnya persaingan di Eropa, Kemy tahu bahwa bakat tanpa kerja keras bukan jaminan sukses.
“Saya selalu bilang ke Demiane: kamu punya bakat, tapi ada sepuluh ribu pemain lain yang juga punya. Kalau kamu tidak kasih 120 persen setiap hari dan hanya andalkan talenta, mereka akan menyalip kamu,” kata Kemy tegas.
Berita Terkait
-
Dipanggil Timnas! Ayah Demiane Agustien Pemain Keturunan Indonesia Loncat Kegirangan
-
No. 9 yang Hilang! Viktor Gyokeres Adalah Jawaban Sempurna untuk Arsenal
-
RESMI! PSSI Tolak Pemain Keturunan ini Bela Timnas Indonesia di Ronde 4
-
3 Pemain Naturalisasi Pilih Berkarir Liga Indonesia, Timnas Bisa Melemah?
-
Here We Go! Viktor Gyokeres Dikontrak Arsenal 5 Tahun
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi
-
Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B
-
Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas
-
Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan
-
Nekat Gelantungan di Pintu KRL saat Mabuk, Pria Ini Resmi Masuk Daftar Hitam KAI Commuter
-
Proyek E10 Ambisius, Tapi Siapa Mau Pasok Tebu untuk Pemerintah?
-
Siap War Tiket! Indomaret Fun Run 2026 Bakal Ramaikan Gaya Hidup Sehat Warga Semarang