Asap Karhutla Kalimantan Terbawa Angin, Kualitas Udara Seluruh Singapura Tak Sehat

Selasa, 15 September 2026 | 08:48 WIB
Ilustrasi kualitas udara Singapura (Unsplash/Jisun Han)
  • Badan Lingkungan Nasional Singapura mencatat kualitas udara di seluruh wilayah masuk kategori tidak sehat pada Selasa (15/9/2026) pagi.
  • Memburuknya kualitas udara tersebut disebabkan oleh pergerakan asap kebakaran hutan dan lahan dari Kalimantan yang terbawa angin.
  • Kondisi ini merupakan kejadian pertama kalinya sejak September 2019 di mana seluruh wilayah Singapura serentak mencatat udara tidak sehat.

Suara.com - Kualitas udara di seluruh wilayah Singapura memburuk pada Selasa (15/9/2026) pagi. Kondisi tersebut terjadi di tengah pergerakan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Kalimantan yang terbawa angin menuju Singapura.

Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA) mencatat indeks standar polutan atau Pollutant Standards Index (PSI) di lima wilayah Singapura telah masuk kategori tidak sehat.

Melansir dari Channel News Asia, data pada pukul 06.00 waktu setempat menunjukkan wilayah pusat mencatat PSI 154, menjadi yang tertinggi dibandingkan wilayah lainnya.

Sementara itu, PSI di wilayah utara berada di angka 104, barat 127, timur 126, dan selatan 110.

Dalam klasifikasi kualitas udara Singapura, PSI 0-50 masuk kategori baik, 51-100 moderat, 101-200 tidak sehat, 201-300 sangat tidak sehat, sedangkan angka di atas 300 tergolong berbahaya.

Pertama Kali sejak 2019

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena untuk pertama kalinya sejak September 2019, seluruh wilayah Singapura secara bersamaan mencatat kualitas udara dalam kategori tidak sehat.

Kualitas udara di Singapura sebenarnya telah menunjukkan penurunan sejak awal September.

Pada 4 September lalu, PSI selama 24 jam di wilayah pusat untuk pertama kalinya sejak 2023 masuk kategori tidak sehat. Sejak saat itu, NEA mulai memberikan informasi mengenai kondisi kabut asap setiap hari.

Pada Senin (14/9) malam, empat dari lima wilayah Singapura telah masuk kategori tidak sehat. Wilayah utara kemudian menyusul pada Selasa pagi.

Asap Karhutla Kalimantan Terbawa Angin

NEA sebelumnya menjelaskan memburuknya kualitas udara berkaitan dengan pergerakan asap dari kebakaran di Kalimantan.

Dalam keterangan pada Senin, NEA menyebut asap dengan intensitas sedang hingga pekat dari wilayah yang mengalami kebakaran di Kalimantan bergerak menuju Singapura akibat perubahan arah angin.

Angin yang sebelumnya bertiup dari arah lain kemudian berubah menjadi dari timur hingga tenggara. Kondisi ini membuat asap dari karhutla berpotensi terbawa menuju Singapura.

Selain dari Kalimantan, sebagian kabut asap juga terpantau bergerak dari wilayah selatan Sumatera.

NEA memperkirakan kondisi kering masih akan berlangsung di Singapura dan kawasan sekitarnya dalam beberapa hari ke depan.

Dengan angin yang diprediksi tetap bertiup dari arah tenggara hingga timur-tenggara, Singapura masih berpotensi terdampak kabut asap.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com