Nazar Sepeda 2017
Setelah berhasil menyelamatkan Crotone, Nicola memenuhi nazarnya yang luar biasa, ia bersepeda dari Crotone di ujung selatan Italia hingga ke kota kelahirannya, Turin, di utara, menempuh jarak lebih dari 1.300 km.
Seorang Motivator Ulung
Kekuatan terbesarnya bukanlah taktik yang rumit, melainkan kemampuannya untuk menyuntikkan kepercayaan diri dan membakar semangat para pemainnya.
Ia adalah seorang psikolog sekaligus pelatih.
Karier sebagai Bek
Sebelum menjadi pelatih, Nicola adalah seorang bek yang malang melintang di berbagai klub Italia.
Latar belakangnya sebagai pemain bertahan inilah yang membentuk filosofi kepelatihannya yang mengutamakan soliditas lini belakang.
Filosofi Taktik Davide Nicola
Baca Juga: Resmi Gabung US Cremonese, Berapa Gaji Emil Audero?
Jangan berharap melihat permainan indah ala 'tiki-taka' dari tim asuhan Davide Nicola. Filosofinya sangat jelas dan efektif.
Menurut ulasan, La Gazzetta dello Sport dan Sky Sport Italia, ciri khas taktik Nicola adalah, formasi Dasar 3-5-2 atau 3-4-2-1.
Ia hampir selalu menggunakan formasi dengan tiga bek tengah.
Ini memberikan soliditas dan kepadatan di area pertahanan.
Timnya bermain berdasarkan kekuatan yang ada dan kelemahan lawan. Fokus utamanya adalah organisasi pertahanan yang kokoh, meminimalisir risiko, dan tidak kebobolan.
Setelah berhasil merebut bola, timnya tidak akan berlama-lama. Bola akan secepat mungkin dialirkan secara vertikal ke depan, mengandalkan kekuatan fisik dan kecepatan para strikernya.
Davide Nicola menuntut para pemainnya untuk "mati-matian" di lapangan, memenangkan setiap duel, dan menunjukkan semangat juang yang luar biasa selama 90 menit.
Peluang Emil Audero: Cocokkah dengan Sistem Nicola?
Sekilas, sistem bertahan Nicola terdengar seperti surga bagi seorang kiper. Namun, ada tuntutan spesifik yang akan menentukan posisi Emil Audero.
Tim asuhan Nicola seringkali berada di bawah tekanan. Ini berarti kipernya akan menghadapi banyak tembakan.
Kemampuan shot-stopping dan refleks Emil yang teruji di level tertinggi (bersama Sampdoria dan Inter) adalah modal krusial. Ini adalah keuntungan besar baginya.
Dengan tiga bek di depannya, kiper harus aktif berkomunikasi dan menjadi komandan di area penalti, terutama dalam mengantisipasi umpan silang.
Pengalaman Emil di Serie A memberinya keunggulan dalam aspek ini.
Sistem serangan balik cepat Nicola sangat membutuhkan kiper yang bisa memulai transisi.
Kemampuan Emil untuk melempar bola dengan akurat dan cepat ke sisi sayap, atau melepaskan tendangan jauh yang presisi ke arah striker, adalah atribut kiper modern yang sangat cocok dengan skema Nicola.
Kemampuannya yang didapat dari akademi Juventus ini akan menjadi nilai plus yang signifikan.
Emil Audero sebagai kiper modern yang tenang, jago dalam menghentikan tembakan, dan memiliki kemampuan distribusi yang baik sangat sesuai dengan kebutuhan sistem Davide Nicola.
Ia memiliki semua atribut untuk tidak hanya bersaing, tetapi juga merebut posisi nomor satu di Cremonese.
Berita Terkait
-
Resmi Gabung US Cremonese, Berapa Gaji Emil Audero?
-
Jaga Emosi! Timnas Indonesia U-23 vs Vietnam Bakal Pakai VAR
-
Profil US Cremonese, Klub Baru Emil Audero Mulyadi yang Main di Serie A Italia 2025/2026
-
IShowSpeed Ramal Timnas Indonesia Juara Piala Dunia 2030
-
Semifinal Piala AFF U-23: 3 Pahlawan Skuat Garuda saat Mengempaskan Thailand, Siapa Saja?
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas