Suara.com - Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, resmi mencetak sejarah hanya satu detik sejak diperkenalkan tim Serie A, Cremonese, sebagai rekrutan baru. Sejarah apa itu?
Emil Audero resmi diperkenalkan sebagai rekrutan baru Cremonese untuk menyambut gelaran Serie A musim 2025-2026.
Tim berjuluk La Cremo itu mengumumkan kedatangan kiper keturunan Lombok itu pada Minggu (27/7/2025) waktu setempat.
Dalam pengumumannya, Cremonese menyebut jika Emil Audero datang dengan status pinjaman dari Como disertai opsi pembelian.
“US Cremonese mengumumkan telah mengakuisisi pemain Emil Audero dari Como 1907 untuk sementara dengan opsi untuk membeli,” bunyi pernyataan klub.
Kedatangan Emil sendiri dimaksudkan untuk menjadi penjaga gawang utama Cremonese saat mengarungi Serie A 2025-2026.
Selain Emil, tim yang juga berjuluk I Grigiorossi itu memiliki empat penjaga gawang lainnya, di mana tiga di antaranya didatangkan di musim panas ini.
Sayangnya keempat kipernya itu tak punya pengalaman mumpuni selayaknya kiper berusia 28 tahun itu untuk bertarung di Serie A.
Karenanya Emil diboyong oleh Cremonese agar bisa menjadi penjaga gawang utama untuk musim 2025-2026 mendatang.
Baca Juga: Prestasi US Cremonese, Klub Baru Emil Audero
Di balik kepindahannya ini, ada sejarah yang berhasil dicetak oleh Emil Audero sesaat resmi diumumkan bergabung Cremonese. Sejarah apa itu?
Sejarah di Balik Emil Audero Gabung Cremonese
Berkat kepindahannya itu, Emil Audero kini mencetak sejarah sebagai pemain termahal kedua di skuad Cremonese untuk musim 2025-2026.
Skuad Cremonese saat ini memiliki nilai pasar 47,58 juta euro (Rp906 miliar), di mana Emil menyumbangkan 3,2 juta euro (Rp60 miliar) dari nilai pasar itu.
Nilai pasar sebesar 3,2 juta euro tersebut membuat eks kiper Sampdoria itu menjadi pemain termahal kedua di belakang rekan setimnya, Dennis Johnsen.
Pemain berkebangsaan Norwegia itu tercatat memiliki nilai pasar sebesar 3,5 juta euro (Rp66 miliar) atau hanya unggul tipis dari Emil.
Selain itu, nilai pasar yang dimiliki Emil sama dengan rekrutan baru Cremonese lainnya, Jari Vandeputte, yang diboyong dari klub Serie B, Catanzaro.
Selain itu, kepastian Emil akan berlaga di Serie A 2025-2026 membuatnya jadi kiper termahal ke-19 dari total 25 kiper di Serie A.
Bahkan posisi Emil sendiri mampu mengungguli kiper-kiper yang ada di klub top seperti Mattia Perin (Juventus) dan Lukasz Skorupski (Bologna).
(Felix Indra Jaya)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jokowi Kunjungi NTT Besok, PSI Singgung Soal Legacy Indonesia Sentris
-
Ulasan Film Her: Kisah Cinta yang Mengajak Merenungkan Hubungan Manusia dan Teknologi
-
Tekan Curat dan Curas, Puluhan Polisi Kepung Kawasan Cibinong Raya Saat Razia Stasioner
-
Gegara Kereta Cepat, Laba Bersih KAI Anjlok 73,9% Jadi Rp305,3 M di Semester I-2026
-
ShopeeFood Angkat Kisah Mie Sapi Gajahan dan Nasi Telur Bahagia, Dua Kuliner Lokal Yogyakarta
-
Meta AI Muse Spark 1.1 Kini Bisa Eksekusi Tugas Nyata, Bukan Sekadar Jawab Prompt
-
Transformasi Industri Butuh SDM Siap Pakai, Sharp Perluas Program Sharp Class
-
Rupiah Semakin Terpuruk Hari Ini, Betah di Level Rp18.111
-
Jelang Hadapi Timnas Indonesia, Pelatih Vietnam Putar Otak Matikan Pergerakan Mitchell Baker
-
Jatim Media Summit 2026: Masa Depan Media Ada di Kolaborasi, Bukan Sekadar Pemberitaan