Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari bursa transfer Eropa, di mana rumor ketertarikan Arsenal terhadap bintang Atalanta, Ademola Lookman, ternyata tidak benar.
Menurut laporan Corriere dello Sport, tidak ada pendekatan resmi dari The Gunners untuk mendatangkan penyerang berusia 27 tahun asal Nigeria tersebut.
Sementara itu, Inter Milan tetap menjadi kandidat terkuat untuk mengamankan tanda tangannya.
Ademola Lookman menjadi sorotan setelah secara terbuka menyatakan keinginannya untuk meninggalkan Atalanta musim panas ini.
Pemain yang tampil gemilang di Serie A tersebut bahkan menuduh klubnya, La Dea, telah mengingkari janji untuk melepasnya.
Lookman juga absen dari sesi latihan Atalanta dalam beberapa hari terakhir, menunjukkan tekadnya untuk pindah.
“Saya ingin melangkah maju dalam karier saya,” ujar Lookman, yang dikabarkan telah mencapai kesepakatan pribadi dengan Inter Milan.
Rumor tentang ketertarikan Arsenal muncul dari sejumlah laporan media Inggris, yang menyebut bahwa klub London Utara itu tertarik memboyong Lookman untuk memperkuat lini serang mereka.
Namun, Corriere dello Sport menegaskan bahwa kabar tersebut tidak berdasar. “Tidak ada kontak antara Arsenal dan Atalanta.
Baca Juga: Liverpool Harus Bayar Berapa agar Newcastle Melepas Alexander Isak?
Saat ini, hanya Inter Milan yang benar-benar berada dalam perburuan untuk mendapatkan Lookman,” tulis laporan tersebut.
Lookman sendiri bukan nama sembarangan. Penyerang yang pernah bermain untuk Everton dan Leicester City ini menunjukkan performa impresif bersama Atalanta, membuatnya menjadi incaran klub-klub besar.
Inter Milan, yang sudah dua kali mengajukan tawaran untuk Lookman, tampaknya menjadi destinasi idamannya.
Meski Atalanta menolak dua penawaran awal dari Nerazzurri, negosiasi masih berlangsung, dan Lookman diyakini semakin dekat untuk bergabung dengan juara Serie A tersebut.
Keputusan Lookman untuk mendorong kepindahan ini juga mencerminkan ambisinya untuk berkompetisi di level tertinggi.
Bersama Inter, ia berpeluang tampil di Liga Champions dan memperjuangkan gelar domestik.
Berita Terkait
-
Liverpool Harus Bayar Berapa agar Newcastle Melepas Alexander Isak?
-
Haaland Baru Mendarat dengan Jet Pribadi! Siapa Sebenarnya Benjamin Sesko?
-
Gagal ke NAC Breda? Thom Haye Justru Dibidik Klub Luar Belanda
-
14 Bintang Arsenal di Nominasi Ballon dOr 2025: Siapa yang Akan Bawa Pulang Trofi?
-
Rekap Bursa Transfer Premier League 2025/2026: Siapa Paling Boros dan Pemain Termahal?
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Piala Dunia 2026: Bintang Paraguay Terancam Skors 10 Laga Usai Kartu Merah Kontroversial
-
Jonathan Tah Makin Yakin Jerman Juara Piala Dunia 2026 Usai Lolos 32 Besar
-
Hasil Jepang vs Tunisia: Samurai Biru Mudah Cetak Gol Kilat di Babak Pertama
-
Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026, Kiper Curacao Eloy Room Pernah Juara Piala KNVB Bareng Kevin Diks
-
John Herdman Tak Sempat Nonton Piala Dunia 2026 Demi Timnas Indonesia
-
Comeback Dramatis Lawan Pantai Gading, Jerman Akhiri Kutukan 16 Tahun di Piala Dunia
-
Tahan Imbang Ekuador, Kiper Curacao Bikin Rekor 15 Penyelamatan di Piala Dunia 2026
-
Fakta Menarik Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026, Blue Wave Redam 28 Tembakan
-
Piala Dunia 2026: Kata-kata Brian Brobbey, Bantu Tambah Penderitaan Swedia
-
Piala Dunia 2026: Kisah Deniz Undav, dari Operator Mesin Laser Jadi Supersub Jerman